Tanda Bayi Alergi ASI yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja tanda bayi alergi ASI? Mungkin saja selama ini kamu bertanya-tanya, bisakah bayi alergi terhadap ASI?
Ternyata jawabannya adalah tidak, Ma. Namun bayi bisa saja mengalami alergi terhadap makanan yang kamu konsumsi dan akhirnya berpengaruh pada kualitas ASI-nya.
Hal ini diperkuat dengan informasi yang Mama baca dari salah satu buku, yang menyatakan kalau pernah ada ilmuwan dari Swedia pada tahun 1983 yang membuktikan kalau bayi yang sedang kolik sama sekali tidak bermasalah karena ASI yang diminumnya. Akan tetapi, mereka mendapatkan alergi dari protein yang dikonsumsi oleh ibunya yang kemudian berpengaruh pada ASI.
Kasus bayi alergi ASI juga tergolong sedikit. Hanya sekitar 2 sampai 3 bayi dari 100 bayi yang pada fase ASI eksklusif mengalami hal ini.
Salah satu yang pernah mengalami hal ini kebetulan adalah seorang teman Mama. Bayinya mengalami merah-merah dan ruam usai proses pemberian ASI. Panik dong dia pada saat itu.
Tetapi setelah diingat-ingat lagi, sebelumnya teman Mama itu sempat sering ngemil kacang-kacangan. Nah itu dia ternyata makanan yang menjadi penyebab alerginya.
Maka dari itu, kamu perlu mengenali beberapa tanda bayi alergi ASI. Apa sajakah? Simak ulasannya yang telah Mama rangkum dari laman Happiest Baby ini ya!
Tanda Bayi Alergi ASI
Apa sih sebenarnya yang disebut dengan alergi? Alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan yang mencoba melindungi kita dari protein asing. Pada anak-anak atau orang dewasa, alergi bisa nampak pada tampilan luar fisik, seperti kulit atau menyebabkan pilek dan bersin.
Akan tetapi bagi bayi yang sistem imunnya belum terbentuk dengan baik, alergi tak hanya nampak pada tampilan fisik. Alergi bisa juga berdampak pada usus atau saluran pencernaannya. Berikut adalah beberapa tanda bayi alergi pada ASI karen makanan yang dikonsumsi ibu:
• Banyak gumoh
• Muntah
• Menunjukkan gejala sakit perut
• Lebih rewel saat menangis
• Mengalami diare, bahkan fesesnya berlendir atau berdarah
• Biduran
• Ruam di kulit
• Batuk atau bersin
• Mata berair, hidung meler atau hidung tersumbat
• Pembengkakan, terutama pada bibir, lidah atau tenggorokan
Cara Mencegah Alergi saat Minum ASI
Ada beberapa hal yang bisa Mama-Mama lakukan agar tidak terjadi alergi ASI pada bayi, di antaranya adalah:
1. Menghindari Makanan yang Dapat Memicu Alergi
Beberapa makanan yang kamu konsumsi bisa menjadi penyebab terjadinya alergi ASI pada bayi, contohnya adalah minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan soda. Sebagian ibu menyusui juga ternyata mengalami intoleransi laktosa, sehingga menyebabkan alergi setelah mengonsumsi susu sapi.
Selain itu hindari juga mengonsumsi alkohol. Selain dapat menyebabkan alergi, alkohol juga bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan ibu dan janin.
2. Memberikan Makanan Bergizi pada Bayi
Apabila si kecil sudah berusia 6 bulan ke atas, kamu bisa juga memberikan makanan yang kaya akan nutrisi untuknya sebagai makanan padat pertamanya. Selain baik untuk asupan gizi bagi tubuhnya, pemberian makanan yang sehat juga dapat menurunkan risiko terjadinya alergi.
3. Menjaga Kebersihan Rumah
Kalau si kecil rentan mengalami gatal atau ruam ketika alergi, maka kamu disarankan untuk lebih menjaga kebersihan rumah, seperti melakukan beberapa hal berikut:
Gantilah sprei, sarung bantal, dan selimut bayi setidaknya seminggu sekali.
Bukalah jendela rumah agar sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik.
Jagalah mainan anak agar tetap bersih dan higienis.
Bagimu yang memiliki hewan peliharaan, jangan biarkan hewan peliharaan tersebut masuk ke dalam kamar bayi.
(AN)
