Tanda dan Bahaya Prolonged Pregnancy yang Perlu Diwaspadai

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prolonged pregnancy adalah salah satu masalah pada kehamilan, Ma. Kondisi ini ditandai dengan kehamilan yang sudah melewati tanggal prediksi kelahiran.
Masalah ini termasuk kondisi yang perlu dihindari, Ma. Mengapa demikian? Karena jika dibiarkan, prolonged pregnancy bisa mengakibatkan munculnya komplikasi, baik pada ibu hamil maupun janin dalam kandungan.
Simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda dan bahaya dari prolonged pregnancy ya, Ma.
Apa Itu Prolonged Pregnancy?
Dikutip dari Healthline, prolonged preganancy adalah kondisi ketika kehamilan berlangsung lebih dari 2 minggu dari waktu perkiraan lahir. Prolonged pregnancy juga bisa disebut sebagai kondisi ketika usia kehamilan melebihi usia 42 minggu.
Dari seluruh kasus masalah kehamilan, 18% ibu hamil mencapai usia 41 minggu, dan 7% mencapai 42 minggu. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah kehamilan serotinus.
Kehamilan ini berisiko tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ibu dan janin, Ma. Maka dari itu, kondisi ini perlu dihindari.
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan prolonged pregnancy pada ibu hamil Ma, di antaranya adalah:
Ibu hamil dengan kondisi obesitas atau berat badan berlebih
Pernah memiliki riwayat kehamilan serotinus sebelumnya
Kelainan pada sistem saraf pusat
Defisiensi atau kurangnya kadar sulfat pada plasenta
Anensefali atau kondisi kelainan pada janin yang tidak mempunyai beberapa bagian otak dan tulang tengkorak
Tanda Prolonged Pregnancy
Prolonged pregnancy adalah salah satu masalah kehamilan yang mempunyai tanda atau gejala yang khas, di antaranya adalah:
Tidak ada tanda-tanda kontraksi, bahkan hingga usia kehamilan mencapai 42 minggu
Kurangnya frekuensi pergerakan janin
Volume atau banyaknya cairan ketuban semakin lama semakin berkurang
Penurunan ukuran rahim
Cairan ketuban bernoda mekonium yang bisa terlihat saat ketuban pecah
Di samping itu, kehamilan ini juga biasanya ditandai dengan perubahan pada kulit bayi yang baru lahir. Kulit akan tampak mengendur, bersisik, dan kering. Kuku-kuku jari juga akan berwarna kuning.
Bahaya Prolonged Pregnancy
Riskesdas tahun 2013 dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kasus prolonged pregnancy di Indonesia berada pada angka 20 persen.
Kondisi ini bisa mengakibatkan beberapa kondisi, di antaranya adalah:
Makrosomia atau kondisi bayi lahir dengan berat badan yang lebih dari berat normal, yakni 4.000 gram ( > 4 kg). Kondisi ini disebabkan oleh bayi sudah tumbuh semakin lama dalam kandungan
Insufiensi plasenta adalah masalah pada plasenta yang kurang mampu untuk mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada janin
Aspirasi mekonium adalah masalah medis yang ditandai dengan bayi menghirup atau menelan cairan ketuban yang tercampur dengan mekonium atau feses pertamanya
Kematian ibu saat melahirkan yang diakibatkan oleh pendarahan hebat atau infeksi sepsis
Prelonged pregnancy adalah kondisi yang perlu dihindari, Ma. Jika kehamilan Mama berlangsung hingga melewati HPL, segera cari bantuan medis ya, Ma.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu kehamilan serotinus?

Apa itu kehamilan serotinus?
Dikutip dari Healthline, kehamilan serotinus atau prolonged preganancy adalah kondisi ketika kehamilan berlangsung lebih dari 2 minggu dari waktu perkiraan lahir.
Apa itu anensefali?

Apa itu anensefali?
Anensefali atau kondisi kelainan pada janin yang tidak mempunyai beberapa bagian otak dan tulang tengkorak
Apa menyebabkan kematian pada ibu melahirkan?

Apa menyebabkan kematian pada ibu melahirkan?
Kematian ibu saat melahirkan yang diakibatkan oleh pendarahan hebat atau infeksi sepsis
