Konten dari Pengguna

Tanda dan Bahaya Prolonged Pregnancy yang Perlu Diwaspadai

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu hamil tua. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil tua. Foto: Pexels.com

Prolonged pregnancy adalah salah satu masalah pada kehamilan, Ma. Kondisi ini ditandai dengan kehamilan yang sudah melewati tanggal prediksi kelahiran.

Masalah ini termasuk kondisi yang perlu dihindari, Ma. Mengapa demikian? Karena jika dibiarkan, prolonged pregnancy bisa mengakibatkan munculnya komplikasi, baik pada ibu hamil maupun janin dalam kandungan.

Simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda dan bahaya dari prolonged pregnancy ya, Ma.

Apa Itu Prolonged Pregnancy?

Prolonged pregnancy adalah kondisi ketika usia kehamilan mencapai usia 42 minggu. Foto: Pexels.com

Dikutip dari Healthline, prolonged preganancy adalah kondisi ketika kehamilan berlangsung lebih dari 2 minggu dari waktu perkiraan lahir. Prolonged pregnancy juga bisa disebut sebagai kondisi ketika usia kehamilan melebihi usia 42 minggu.

Dari seluruh kasus masalah kehamilan, 18% ibu hamil mencapai usia 41 minggu, dan 7% mencapai 42 minggu. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah kehamilan serotinus.

Kehamilan ini berisiko tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ibu dan janin, Ma. Maka dari itu, kondisi ini perlu dihindari.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan prolonged pregnancy pada ibu hamil Ma, di antaranya adalah:

  • Ibu hamil dengan kondisi obesitas atau berat badan berlebih

  • Pernah memiliki riwayat kehamilan serotinus sebelumnya

  • Kelainan pada sistem saraf pusat

  • Defisiensi atau kurangnya kadar sulfat pada plasenta

  • Anensefali atau kondisi kelainan pada janin yang tidak mempunyai beberapa bagian otak dan tulang tengkorak

Tanda Prolonged Pregnancy

Prolonged pregnancy adalah salah satu masalah kehamilan yang mempunyai tanda atau gejala yang khas, di antaranya adalah:

Tidak ada tanda-tanda kontraksi, bahkan hingga usia kehamilan mencapai 42 minggu

  • Kurangnya frekuensi pergerakan janin

  • Volume atau banyaknya cairan ketuban semakin lama semakin berkurang

  • Penurunan ukuran rahim

  • Cairan ketuban bernoda mekonium yang bisa terlihat saat ketuban pecah

Di samping itu, kehamilan ini juga biasanya ditandai dengan perubahan pada kulit bayi yang baru lahir. Kulit akan tampak mengendur, bersisik, dan kering. Kuku-kuku jari juga akan berwarna kuning.

Bahaya Prolonged Pregnancy

Salah satu bahaya prolonged pregnancy adalah bisa mengakibatkan kematian pada ibu hamil. Foto: Pexels.com

Riskesdas tahun 2013 dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kasus prolonged pregnancy di Indonesia berada pada angka 20 persen.

Kondisi ini bisa mengakibatkan beberapa kondisi, di antaranya adalah:

  • Makrosomia atau kondisi bayi lahir dengan berat badan yang lebih dari berat normal, yakni 4.000 gram ( > 4 kg). Kondisi ini disebabkan oleh bayi sudah tumbuh semakin lama dalam kandungan

  • Insufiensi plasenta adalah masalah pada plasenta yang kurang mampu untuk mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada janin

  • Aspirasi mekonium adalah masalah medis yang ditandai dengan bayi menghirup atau menelan cairan ketuban yang tercampur dengan mekonium atau feses pertamanya

  • Kematian ibu saat melahirkan yang diakibatkan oleh pendarahan hebat atau infeksi sepsis

Prelonged pregnancy adalah kondisi yang perlu dihindari, Ma. Jika kehamilan Mama berlangsung hingga melewati HPL, segera cari bantuan medis ya, Ma.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu kehamilan serotinus?

chevron-down

Dikutip dari Healthline, kehamilan serotinus atau prolonged preganancy adalah kondisi ketika kehamilan berlangsung lebih dari 2 minggu dari waktu perkiraan lahir.

Apa itu anensefali?

chevron-down

Anensefali atau kondisi kelainan pada janin yang tidak mempunyai beberapa bagian otak dan tulang tengkorak

Apa menyebabkan kematian pada ibu melahirkan?

chevron-down

Kematian ibu saat melahirkan yang diakibatkan oleh pendarahan hebat atau infeksi sepsis