Tanda Janin Meninggal Dalam Kandungan, Waspadai Hal Ini!

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja tanda janin meninggal dalam kandungan? Berikut beberapa gejalanya yang perlu Mama-Mama waspadai!
Mama baru saja mendapatkan kabar duka nih. Salah satu adik Mama, baru saja mengalami janinnya meninggal di dalam kandungan. Padahal kandungannya sudah berusia 20 minggu atau berada di dalam trimester kedua kehamilan.
Sedih banget, karena kehilangan anak meski masih di dalam kandungan pun tetap saja enggak mudah bagi siapa pun yang mengalaminya ya.
Dari kejadian ini Mama jadi belajar, kalau setiap kondisi kehamilan harus selalu diperhatikan. Pasalnya ada sejumlah komplikasi pada janin dan ibu hamil yang mungkin berisiko menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan.
Sebenarnya penyebab bayi meninggal dalam kandungan bisa berbeda-beda. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan nama stillbirth.
Lantas apa itu stillbirth? Lalu bagaimana tanda janin meninggal dalam kandungan? Simak penjelasannya berikut ini ya yang telah Mama rangkum dari beberapa sumber.
Tanda Janin Meninggal dalam Kandungan
Sebelumnya bakal Mama jelaskan dulu sedikit ya mengenai stillbirth ini. Dikutip dari laman Claveland Clinic, bayi lahir mati atau stillbirth adalah kondisi janin meninggal dalam kandungan setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu atau lebih.
Lalu apa bedanya dengan keguguran? Keguguran merupakan istilah kematian janin yang usianya masih kurang dari 20. Tetapi intinya sama saja, bahwa janin meninggal dalam kandungan dan tidak bertumbuh.
Bayi yang meninggal di dalam kandungan ini bisa dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni bayi meninggal dini di mana janin meninggal di antara usia 20-27 minggu.
Lalu bayi meninggal terlambat, yang meninggal pada minggu 28-36 dalam kandungan. Terakhir ada bayi meninggal aterm, di mana bayi meninggal pada usia kehamilan 37 atau setelahnya.
Adapun dikutip dari laman Stanford Children beberapa tanda janin meninggal dalam kandungan antara lain:
• Pergerakan atau tendangan janin berkurang.
• Munculnya bercak darah dengan intensitas yang sering.
• Detak jantung janin tidak terdengar oleh stetoskop atau alat doppler.
• Ketika melakukan pemeriksaan USG, tidak dapat terdeteksi adanya pergerakan janin.
Siapa yang Berisiko Mengalami Janin Meninggal dalam Kandungan
Stillbirth atau bayi meninggal di dalam kandungan dapat terjadi pada wanita hamil dari segala usia dan latar belakang. Hal ini tidak dapat sepenuhnya diprediksi. Namun ada beberapa kondisi pada wanita atau ibu hamil yang mungkin lebih berisiko mengalami kematian pada janin, di antaranya adalah:
• Wanita yang hamil di usia 35 tahun.
• Sebelumnya pernah memiliki pengalaman prenatal yang buruk.
• Wanita yang merokok, minum alkohol, atau mengonsumsi NAPZA.
• Wanita yang bermasalah dengan nutrisi, apakah itu kekurangan gizi atau obesitas.
• Memiliki riwayat penyakit yang serius, seperti ginjal, diabetes, kanker, dan lainnya.
Penyebab Janin Meninggal di Dalam Kandungan
Sebenarnya penyebab janin meninggal dalam kandungan sampai kini masih sulit untuk dideteksi. Akan tetapi ada beberapa kondisi yang mungkin menjadi beberapa faktor penyebabnya, antara lain:
1. Masalah dengan Plasenta atau Tali Pusar
Plasenta adalah organ yang melapisi rahim saat Mama-Mama hamil. Melalui plasenta serta tali pusar, janin mendapat darah, oksigen, dan nutrisi. Masalah apa pun yang terjadi pada plasenta dan tali pusar bisa menyebabkan janin tidak dapat berkembang dengan baik.
2. Preeklamsia
Preeklamsia adalah tekanan darah tinggi dan pembengkakan yang sering terjadi pada akhir kehamilan. Jika kamu memiliki preeklamsia, kemungkinan bayi meninggal di dalam kandungan akan lebih tinggi 2 kali lipat dibandingkan biasanya.
3. Penyakit Lupus
Ibu hamil yang mengalami penyakit lupus juga lebih berisiko janinnya meninggal dalam kandungan.
4. Kondisi Medis Lainnya yang Dialami Bumil
Beberapa riwayat penyakit serius yang diderita ibu hamil juga dapat membahayakan janin, bahkan menyebabkan janin meninggal. Beberapa kondisi penyakit tersebut antara lain, diabetes, penyakit jantung, penyakit tiroid, atau infeksi virus atau bakteri.
Itulah beberapa tanda janin meninggal di dalam kandungan serta beberapa penyebabnya. Saran Mama, rutinlah memeriksakan diri ke dokter supaya kamu mengetahui secara pasti perkembangan dan kondisi si kecil yang ada di dalam kandungan. Semoga kamu dan si buah hati selalu sehat sampai nanti waktunya persalinan ya!
Frequently Asked Question Section
Apa itu stillbirth?

Apa itu stillbirth?
Stillbirth adalah istilah untuk bayi meninggal dunia dalam kandungan setelah usia janin sudah lewat dari 20 minggu.
Siapa saja yang berisiko mengalami stillbirth?

Siapa saja yang berisiko mengalami stillbirth?
Wanita yang hamil di usia 35 tahun, ebelumnya pernah memiliki pengalaman prenatal yang buruk, wanita yang merokok, minum alkohol, atau mengonsumsi narkoba, wanita yang bermasalah dengan nutrisi, apakah itu kekurangan gizi atau obesitas, memiliki riwayat penyakit yang serius, seperti ginjal, diabetes, kanker, dan lainnya.
Apa saja penyebab bayi meninggal dalam kandungan?

Apa saja penyebab bayi meninggal dalam kandungan?
Bayi meninggal dalam kandungan bisa disebabkan karena masalah tali pusar, preeklamsia, penyakit lupus, dan kondisi medis berbahaya lainnya yang dialami oleh ibu.
(AN)
