Konten dari Pengguna

Tanda Janin Meninggal dalam Kandungan yang Perlu Diketahui

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanda janin meninggal dalam kandungan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanda janin meninggal dalam kandungan. Foto: Shutterstock

Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui apa saja tanda janin meninggal dalam kandungan. Ya Mama, kehilangan bayi tentu akan jadi hal yang menyedihkan bagi orang tua mana pun.

Salah satu teman Mama mungkin juga pernah mengalami hal ini. Padahal, dia merasa kandungannya baik-baik saja. Tetapi setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata janin dalam kandungannya sudah meninggal.

Mengutip laman resmi WHO, kondisi janin meninggal dalam kandungan ini dikenal juga sebagai stillbirth. Istilah ini digunakan untuk menandakan kematian bayi pada usia lebih dari 20 minggu kehamilan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang menyebabkan kesehatan janin terganggu hingga menyebabkan meninggal.

Beberapa faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan di antaranya:

1. Bayi terlilit tali pusar

Salah satu penyebab janin meninggal di dalam kandungan adalah kondisi bayi yang terlilit tali pusar. Kalau bayi terlilit tali pusar, maka dia enggak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga mengganggu pernapasannya.

2. Plasenta bermasalah

Selama masa kehamilan, plasenta berfungsi untuk menyalurkan nutrisi, oksigen, serta darah dari tubuhmu kepada janin yang ada di kandungan. Kalau ternyata ada masalah pada plasenta, maka terdapat hambatan penyaluran nutrisi dan oksigen yang diperlukan oleh bayi, sehingga membuat perkembangan janin pun bermasalah.

Gangguan atau masalah pada plasenta ini bermacam-macam, seperti peradangan, pembekuan darah, dan infeksi.

3. Kondisi kesehatan ibu hamil

Selain kondisi dalam kandungan, kondisi kesehatan ibu hamil juga berpengaruh dan bisa jadi penyebab bayi di dalam kandungan meninggal.

Beberapa kondisi kesehatan ibu yang dapat berisiko bagi janin antara lain, preeklamsia, gangguan autoimun, diabetes, pembekuan darah, penyakit jantung, gangguan tiroid, atau bahkan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Tanda Janin Meninggal dalam Kandungan

Ilustrasi tanda janin meninggal dalam kandungan. Foto: Shutterstock

1. Kram dan sakit perut yang berlebihan

Kram serta sakit perut umumnya dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Tetapi jika kram dan sakit perut ini terasa sangat ekstrem bahkan sampai mengganggu aktivitasmu, bisa jadi menandakan kalau terjadi sesuatu masalah pada janin yang ada dalam kandunganmu.

2. Pergerakan janin berkurang

Bayi di dalam kandungan yang sehat akan aktif bergerak sejak minggu ke-15 atau 16 kehamilan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, frekuensi dan kekuatan gerakan biasanya semakin bertambah. Namun, jika bayi di dalam kandungan yang biasanya aktif tidak lagi bergerak, kamu patut curiga. Terutama bila hal ini terjadi selama beberapa hari.

3. Terjadi pendarahan

Salah satu tanda stillbirth, yakni keluar pendarahan dari jalur kelahiran. Meski begitu, tak semua pendarahan menandakan terjadinya kedua hal ini.

Pada masa awal kehamilan, pendarahan juga umum terjadi. Namun biasanya pendarahan ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Berbeda halnya jika Mama-Mama mengalami pendarahan yang cukup banyak atau bahkan terjadi secara intens dan terus menerus. Kemungkinan itu adalah salah satu tanda janin meninggal di dalam kandungan.

4. Payudara mengecil

Ilustrasi tanda janin meninggal dalam kandungan. Foto: Shutterstock

Ketika hamil, bukan cuma perut yang membuncit tapi payudara juga akan ikut membesar dan sensitif seperti saat pra menstruasi. Tetapi jika payudara mengecil, itu karena berkaitan dengan hormon kehamilan yang telah terhenti dan hal ini mungkin disebabkan oleh kematian janin di dalam rahim.

5. Ketuban merembes

Keluarnya cairan ketuban merupakan salah satu tanda persalinan sudah dekat. Sebaliknya, bila keluar sebelum waktunya adalah tanda janin berhenti berkembang. Segeralah ke dokter atau bidan jika kamu mengalaminya agar masalah ini bisa segera diatasi.

6. Detak jantung tidak terdeteksi

Memasuki trimester kedua, biasanya Mama-Mama sudah mulai bisa merasakan adanya detak jantung si kecil di dalam kandungan. Bila detak jantung janin tidak terdeteksi, kamu harus berhati-hati, Ma. Dikhawatirkan janin sudah meninggal di dalam kandungan. Segera periksakan ke dokter ya apabila mengalami hal seperti ini!

(RPR)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana tahu jika janin sudah meninggal?

chevron-down

Tanda-tanda janin meninggal dalam kandungan adalah: 1. Mengalami pendarahan yang banyak 2. Air ketuban merembes sebelum waktunya 3. Tidak ada pergerakan janin 4. Kram pada perut 5. Payudara mengecil dan tidak sensitif

Apa yang menyebabkan bayi mati di dalam kandungan?

chevron-down

Bayi mati di dalam kandungan bisa disebabkan oleh beberapa hal: 1. Bayi terlilit tali pusar 2. Ada masalah dengan plasenta 3. Ibu hamil mengalami gangguan kesehatan seperti preeklamsia, diabetes, jantung, hingga gangguan tiroid

Apakah janin meninggal bisa disebabkan karena makanan?

chevron-down

Bisa saja, Ma. Apalagi kalau Mama mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau mengonsumsi makanan yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan keracunan, seperti seafood.