Tanda-Tanda IUD Bermasalah, Apa Saja?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KB IUD (intrauterine device), menjadi salah satu metode penunda kehamilan yang paling banyak digunakan, tapi gimana nih tanda-tanda IUD bermasalah?
Alat kontrasepsi IUD atau yang juga dikenal dengan nama KB spiral memiliki bentuk seperti huruf T dan biasanya terbuat dari plastik. Sebenarnya permasalahan KB IUD tidak banyak ditemukan terjadi. Namun dalam beberapa kasus, ternyata pemakaian KB IUD juga bisa menimbulkan masalah. Loh kok bisa ya?
Ternyata tanda-tanda IUD bermasalah bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Apa saja sih gejalanya? Yuk simak penjelasannya berikut!
Tanda-Tanda IUD Bermasalah
1. Posisi KB IUD Bergeser
Bagi Mama-Mama yang baru saja memasang KB IUD dan posisi IUD bergeser sedikit, biasanya dampaknya tidak akan terlalu terasa. Berbeda halnya jika pergeserannya agak jauh dari letak seharusnya, maka bisa menunjukkan gejala seperti berikut:
Keluarnya pendarahan di luar siklus haid
Adanya pendarahan yang cukup parah
Timbulnya kram perut yang umumnya lebih sakit dari kram saat menstruasi
Tali IUD yang tidak bisa dirasakan dengan jari
Terganggunya hubungan intim karena penis pasangan bisa tidak sengaja menyentuh IUD
Mengalami keputihan yang tidak biasa
Penyebab KB spiral ini bergeser dan memicu gejala seperti di atas juga bisa terdiri dari beberapa faktor, misalnya:
Pemasangan alat IUD yang tidak benar
Kontraksi rahim yang kuat saat haid
Rongga rahim yang cenderung kecil
2. Terjadinya Kehamilan
Biarpun jarang terjadi, tanda IUD bermasalah lainnya adalah bisa jadi berupa kehamilan. Padahal tujuannya memasang KB IUD untuk mencegah kehamilan ya? Namun ternyata sebuah studi menyebutkan bahwa sekitar 0,8 persen pemakai KB spiral ini masih memungkinkan untuk bisa hamil.
Salah satu faktor yang menyebabkan kehamilan tetap bisa terjadi adalah ketika melakukan hubungan intim dalam jangka waktu seminggu setelah pemasangan, pelepasan, atau pergeseran IUD. Istilahnya tuh kebobolan juga kali ya, Ma.
Umumnya kehamilan yang terjadi meski sudah memasang KB IUD akan menimbulkan gejala hamil seperti biasanya. Mulai dari mual, telat haid, payudara menjadi sensitif, sampai perubahan suasana hati.
3. KB IUD Ternyata Sudah Kedaluwarsa
Tidak hanya karena bergeser, menggunakan KB IUD yang sudah kedaluwarsa bisa menimbulkan beberapa permasalahan bagi yang sudah memakainya. Dampak memakai alat kontrasepsi yang sudah kedaluwarsa ini bisa menyebabkan pendarahan atau peradangan. Gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:
Muntah
Demam
Nyeri hebat
Kram perut hebat
Pendarahan maupun peradangan
Nah untuk itu, Mama-Mama penting buat mengetahui batas waktu kedaluwarsa dari KB spiral ini. Umumnya masa kedaluwarsanya 3 hingga 5 tahun. Tapi untukmu yang menggunakan KB IUD yang terbuat dari lapisan tembaga, jangka waktunya bisa lebih lama yaitu mencapai 10 tahun.
Bagaimana Cara Mengatasi Permasalahan KB IUD
Ketika menemukan permasalahan terkait KB IUD pastinya tubuh kita merasakan ketidaknyamanan. Berikut ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya:
Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau obat lainnya sesuai dengan anjuran dokter untuk mengurangi rasa sakit
Pakai baju yang nyaman dan longgar ketika pemasangan IUD
Memakai pantyliner atau pembalut untuk menyerap cairan ekstra yang mungkin keluar dari organ intim usai pemasangan KB spiral
Jika timbul rasa kram atau nyeri pada perut, kamu bisa kompres area tersebut dengan menggunakan air hangat
Lebih banyak beristirahat dan menunda aktivitas yang dirasa berat
Jangan sungkan juga ya Ma, untuk menghubungi dokter ketika merasakan tanda IUD bermasalah atau hal apa pun yang kamu rasakan usai menggunakan alat kontrasepsi tertentu. Agar bisa segera ditangani untuk mencegah adanya komplikasi lainnya.
(AN)
