Konten dari Pengguna

Tanda-Tanda IUD Bermasalah, Apa Saja?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanda-tanda IUD bermasalah (Sumber: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanda-tanda IUD bermasalah (Sumber: Flickr)

KB IUD (intrauterine device), menjadi salah satu metode penunda kehamilan yang paling banyak digunakan, tapi gimana nih tanda-tanda IUD bermasalah?

Alat kontrasepsi IUD atau yang juga dikenal dengan nama KB spiral memiliki bentuk seperti huruf T dan biasanya terbuat dari plastik. Sebenarnya permasalahan KB IUD tidak banyak ditemukan terjadi. Namun dalam beberapa kasus, ternyata pemakaian KB IUD juga bisa menimbulkan masalah. Loh kok bisa ya?

Ternyata tanda-tanda IUD bermasalah bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Apa saja sih gejalanya? Yuk simak penjelasannya berikut!

Tanda-Tanda IUD Bermasalah

1. Posisi KB IUD Bergeser

Ilustrasi tanda-tanda IUD bermasalah (Sumber: Flickr)

Bagi Mama-Mama yang baru saja memasang KB IUD dan posisi IUD bergeser sedikit, biasanya dampaknya tidak akan terlalu terasa. Berbeda halnya jika pergeserannya agak jauh dari letak seharusnya, maka bisa menunjukkan gejala seperti berikut:

  • Keluarnya pendarahan di luar siklus haid

  • Adanya pendarahan yang cukup parah

  • Timbulnya kram perut yang umumnya lebih sakit dari kram saat menstruasi

  • Tali IUD yang tidak bisa dirasakan dengan jari

  • Terganggunya hubungan intim karena penis pasangan bisa tidak sengaja menyentuh IUD

  • Mengalami keputihan yang tidak biasa

Penyebab KB spiral ini bergeser dan memicu gejala seperti di atas juga bisa terdiri dari beberapa faktor, misalnya:

  • Pemasangan alat IUD yang tidak benar

  • Kontraksi rahim yang kuat saat haid

  • Rongga rahim yang cenderung kecil

2. Terjadinya Kehamilan

Ilustrasi kehamilan. (Sumber: Freepik)

Biarpun jarang terjadi, tanda IUD bermasalah lainnya adalah bisa jadi berupa kehamilan. Padahal tujuannya memasang KB IUD untuk mencegah kehamilan ya? Namun ternyata sebuah studi menyebutkan bahwa sekitar 0,8 persen pemakai KB spiral ini masih memungkinkan untuk bisa hamil.

Salah satu faktor yang menyebabkan kehamilan tetap bisa terjadi adalah ketika melakukan hubungan intim dalam jangka waktu seminggu setelah pemasangan, pelepasan, atau pergeseran IUD. Istilahnya tuh kebobolan juga kali ya, Ma.

Umumnya kehamilan yang terjadi meski sudah memasang KB IUD akan menimbulkan gejala hamil seperti biasanya. Mulai dari mual, telat haid, payudara menjadi sensitif, sampai perubahan suasana hati.

3. KB IUD Ternyata Sudah Kedaluwarsa

Tidak hanya karena bergeser, menggunakan KB IUD yang sudah kedaluwarsa bisa menimbulkan beberapa permasalahan bagi yang sudah memakainya. Dampak memakai alat kontrasepsi yang sudah kedaluwarsa ini bisa menyebabkan pendarahan atau peradangan. Gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

  • Muntah

  • Demam

  • Nyeri hebat

  • Kram perut hebat

  • Pendarahan maupun peradangan

Nah untuk itu, Mama-Mama penting buat mengetahui batas waktu kedaluwarsa dari KB spiral ini. Umumnya masa kedaluwarsanya 3 hingga 5 tahun. Tapi untukmu yang menggunakan KB IUD yang terbuat dari lapisan tembaga, jangka waktunya bisa lebih lama yaitu mencapai 10 tahun.

Bagaimana Cara Mengatasi Permasalahan KB IUD

Ketika menemukan permasalahan terkait KB IUD pastinya tubuh kita merasakan ketidaknyamanan. Berikut ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya:

  1. Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau obat lainnya sesuai dengan anjuran dokter untuk mengurangi rasa sakit

  2. Pakai baju yang nyaman dan longgar ketika pemasangan IUD

  3. Memakai pantyliner atau pembalut untuk menyerap cairan ekstra yang mungkin keluar dari organ intim usai pemasangan KB spiral

  4. Jika timbul rasa kram atau nyeri pada perut, kamu bisa kompres area tersebut dengan menggunakan air hangat

  5. Lebih banyak beristirahat dan menunda aktivitas yang dirasa berat

Jangan sungkan juga ya Ma, untuk menghubungi dokter ketika merasakan tanda IUD bermasalah atau hal apa pun yang kamu rasakan usai menggunakan alat kontrasepsi tertentu. Agar bisa segera ditangani untuk mencegah adanya komplikasi lainnya.

(AN)