Test Pack Negatif tapi Belum Haid, Kenapa Ya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah Mama-Mama mendapati hasil test pack negatif tapi belum haid? Bagi Mama-Mama yang sedang menunggu hadirnya si buah hati, mungkin telat haid menjadi sebuah hal yang ditunggu-tunggu. Seperti yang kita ketahui, telat menstruasi menjadi salah satu tanda awal kehamilan.
Tetapi mungkin ada juga Mama-Mama yang setelah mencoba tes kehamilan, lalu hasilnya negatif, kemudian sampai sekarang malah masih telat haid. Kenapa bisa begitu ya?
Sebenarnya Mama juga pernah mengalami kondisi seperti ini sih beberapa tahun yang lalu. Suatu hari Mama iseng melakukan tes kehamilan, hasilnya negatif. Tapi enggak berapa lama, ternyata Mama belum haid aja.
Lalu saat itu juga Mama perhatikan memang belum ada tanda-tanda kehamilan yang pasti. Tentu saja Mama jadi bertanya-tanya dong dengan kondisi seperti ini. Apakah ada yang salah?
Sebenarnya ada beberapa alasan hasil test pack negatif tapi belum haid. Jadi biar kamu enggak panik lagi, lebih baik kita mengetahui beberapa penyebabnya.
Apa sajakah? Simak ya yang telah Mama rangkum dari laman Healthline.
Penyebab Test Pack Negatif tapi Belum Haid
1. Kadar Hormon hCG Rendah
Test pack bekerja dengan cara mendeteksi adanya kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) pada urine dalam suatu kadar tertentu. Ketika test pack menunjukkan hasil yang negatif, bisa jadi hormon hCG saat itu masih terlalu rendah.
Sebuah studi menyatakan bahwa untuk melakukan tes kehamilan di rumah menggunakan test pack, hanya perlu mendeteksi kadar hCG di atas 25 mili-internasional unit per mililiter (mIU/mL) untuk mencapai tingkat akurasi mencapai 99 persen.
Sementara itu, pada penelitian lain yang dilakukan pada tahun 1991 menyatakan bahwa untuk mendeteksi 95 persen kehamilan, tes harus mendeteksi tingkat paling rendah 12,4 mIU/mL.
Selain itu, kadar hCG pada setiap wanita juga bisa jadi berbeda-beda. Bisa jadi ketika melakukan tes kehamilan, hormon hCG tidak pada kadar yang cukup tinggi sehingga menyebabkan hasil tes menjadi negatif.
2. Adanya Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik memang jarang terjadi, akan tetapi mungkin saja ini menjadi salah satu penyebab munculnya hasil negatif pada tes kehamilan. Kasus kehamilan ektopik ini terjadi hanya kurang dari 3 persen pada wanita yang tengah mengandung.
Kehamilan ektopik sendiri adalah hamil di luar kandungan atau rahim. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan pendarahan dari vagina serta menimbulkan nyeri hebat di perut serta panggul.
Apabila kamu mengalami kondisi ini pada masa awal kehamilanmu, segeralah mendatangi dokter ya, Ma! Pasalnya kehamilan ektopik harus segera ditangani, kalau tidak dapat berbahaya bagi tubuhmu serta dikhawatirkan janin tidak akan berkembang dengan sempurna.
3. Faktor Gaya Hidup
Faktor gaya hidup juga sangat berpengaruh pada siklus menstruasimu loh, Ma! Misalnya ketika dalam kondisi stres, tidak mengonsumsi makanan yang bernutrisi baik, atau konsumsi makanan tertentu dalam jumlah berlebih, seperti yang mengandung kafein atau alkohol.
Perubahan gaya hidup yang mendadak juga, seperti olahraga yang terlalu intens, kurang tidur dan lebih sering begadang, sampai terlalu lelah beraktivitas juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
4. Sedang Menyusui
Banyak Mama-Mama yang mengalami haid yang tidak teratur ketika sedang dalam proses menyusui. Mungkin diperlukan waktu beberapa lama sebelum akhirnya siklus haidmu akan kembali normal.
Proses menyusui setiap wanita juga akan berbeda-beda ya waktunya. Ada yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, namun ada juga yang melanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. Faktor inilah yang nantinya juga akan berpengaruh kepada siklus menstruasi.
5. Kondisi Medis Tertentu
Kondisi medis seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau masalah tiroid dapat menyebabkan wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.
Beberapa wanita mungkin mengalami periode menstruasi dengan yang sangat ringan, beberapa mungkin mengalami keluhan menstruasi yang sangat berat, dan beberapa mungkin melewatkan periode haid ini sama sekali.
Tak hanya itu, konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat alergi, obat tekanan darah, obat epilepsi, hingga obat antidepresan juga dapat berpengaruh terhadap kestabilan hormon dan menyebabkan telat menstruasi.
Itulah beberapa alasan mengapa hasil test pack negatif namun belum haid. Kalau kamu masih penasaran, kamu bisa mencoba lagi mengulang tes kehamilan dengan menggunakan test pack yang baru.
Akan tetapi jika hasilnya masih negatif dan tak kunjung haid, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter ya buat mendapatkan penanganan lebih lanjut!
(AN)
