Tips Mengajak Anak ke Dokter Gigi agar Si Kecil Tidak Takut

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengajak anak ke dokter gigi bisa dibilang susah-susah gampang untuk dilakukan, apalagi kalau kita belum tahu tips mengajak anak ke dokter gigi yang tepat.
Contohnya kayak pengalaman Mama, semenjak kunjungan pertamanya dipenuhi oleh drama ketakutan, anak kedua Mama sudah seperti trauma setiap kali diajak ke dokter gigi.
Padahal seperti yang dijelaskan oleh Parents, membawa anak ke dokter gigi itu penting banget lho untuk menjaga kesehatan dan kebersihan mulut mereka.
Tapi sayangnya, dari sudut pandang sebagian besar anak kita, berbaring di kursi dan diapit oleh alat-alat kedokteran yang bisa menimbulkan suara bising dianggap sebagai hal yang menakutkan.
Nah untuk membantu mengatasi si kecil yang merasa takut untuk ke dokter gigi, Mama punya beberapa tips mengajak anak ke dokter gigi yang bisa kamu coba.
Mengutip langsung dari Parents, tips di bawah ini akan memberi rasa nyaman dan membuat anak kita jadi semakin rileks.
Tips Mengajak Anak ke Dokter Gigi
1. Mulai dari Usia Sedini Mungkin
Tips pertama ini penting untuk dicoba bagi Mama-Mama yang memiliki bayi baru lahir.
Karena perlu diingat, agar kunjungan ke dokter gigi bukan menjadi hal yang menakutkan bagi anak nantinya, kita bisa membawa mereka ke sana sejak usia sedini mungkin ya, Ma.
Ketua dari American Academy of Pediatric Denstistry, Rhea Haugseth, menyebutkan bahwa kunjungan pertama anak ke dokter gigi bisa dimulai sejak mereka berusia 1 tahun.
Mulailah dengan pemeriksaan rutin ya, Ma. Jangan menunggu ada keluhan terlebih dahulu sehingga membuat anak harus merasakan sakit ketika keluhan itu ditangani. Bila seperti itu, memori kunjungan ke dokter gigi yang terbentuk pada anak kita adalah memori yang menakutkan.
2. Jangan Berikan Harapan Palsu yang Belum Tentu Benar
Ketika anak lebih dulu menolak kunjungan ke dokter gigi, sebagian orang tua akan menyiasatinya dengan menjanjikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan enggak akan terasa sakit.
Hindari ucapan seperti itu ya, Ma. Karena bila anak tetap merasakan rasa sakit nantinya, kepercayaannya kepada kita akan hilang.
Mama-Mama bisa menggantinya dengan penjelasan bahwa kunjungan yang akan dilakukan dibutuhkan untuk memeriksa gigi dan mulut mereka, lalu dilakukan perawatan untuk menyembuhkan permasalahan yang ada.
3. Hindari Menceritakan Pengalaman Buruk
Ketika anak mempertanyakan prosedur apa yang akan mereka hadapi di kunjungan selanjutnya, beberapa orang tua kerap enggak bisa menahan diri untuk menceritakan pengalaman. Bila seperti itu, hindari menceritakan pengalaman buruk ya, Ma.
Jangan biarkan anak menganggap penanganan untuk masalah gigi dan mulut itu adalah hal yang selalu menyakitkan. Mama-Mama bisa menceritakan hal yang baik, namun tetap realistis.
Misalnya, katakanlah bahwa setelah mengunjungi dokter gigi, sakit yang Mama pernah rasakan itu perlahan sembuh.
4. Pilihlah Dokter Gigi Khusus Anak
Tips keempat ini juga penting ya, Ma. Kenapa? Karena di sana, suasana hingga prosedur pemeriksaan yang diterapkan tentunya disesuaikan dengan usia anak. Umumnya, akan ada dekorasi ruangan yang menarik perhatian si kecil dan ada pula beragam mainan yang bisa mengalihkan perhatian mereka.
Serta, dokternya pun umumya sudah lebih paham dalam membujuk atau menangani anak agar tidak rewel saat diperiksa.
5. Berikan Pujian
Tak perlu memberikan hadiah berlebihan, Anda bisa memberikan pujian untuk si kecil karena sudah berani.
6. Tekankan Pentingnya Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Gigi
Membuat anak paham pentingnya memeriksakan diri ke dokter gigi adalah tips yang juga bisa kamu coba, Ma.
Jelaskan secara pelan kepada si kecil bahwa dengan mengunjungi dokter gigi, mereka akan disembuhkan dari rasa sakit yang menyerangnya serta mencegah gigi berlubang dan keropos.
Selain itu, mulai tanamkan kebiasaan yang baik pada anak terkait kebersihan gigi dan mulut ya, Ma. Perhatikan konsumsi gula mereka dan biasakan kegiatan menyikat gigi dengan baik dan benar.
Itu dia Ma, beberapa tips yang kamu coba agar kunjungan ke dokter gigi enggak menjadi hal yang menakutkan bagi anak. Semoga setelah menerapkannya, ada perubahan lebih baik yang didapatkan, ya
Frequently Asked Question Section
Kapan anak sebaiknya diajak ke dokter gigi?

Kapan anak sebaiknya diajak ke dokter gigi?
Anak sebaiknya mulai diajak ke dokter gigi mulai usia 1 tahun. Jangan menunggu anak mengeluh sakit gigi, tapi lakukan ini sebagai perawatan rutin yang wajib dilakukan.
Apa pentingnya membawa anak ke dokter gigi anak?

Apa pentingnya membawa anak ke dokter gigi anak?
Umumnya dokter gigi anak memiliki suasana ruang praktik yang lebih ramah untuk anak-anak, sehingga dapat menurunkan rasa takut anak.
Apa yang harus dilakukan ketika anak takut ke dokter gigi?

Apa yang harus dilakukan ketika anak takut ke dokter gigi?
Jangan ceitakan pengalaman buruk ke dokter gigi, tapi ceritakan manfaat yang akan didapat. Berikan pengertian bahwa pemeriksaan ke dokter gigi akan membuatnya terhindar dari rasa sakit gigi dan mencehah gigi keropos dan berlubang.
(TMA)
