Konten dari Pengguna

Ucapan yang Dilarang untuk Ibu Hamil agar Tidak Menyinggung Perasaannya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ucapan yang dilarang untuk ibu hamil (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ucapan yang dilarang untuk ibu hamil (Sumber: Pixabay)

Ada beberapa ucapan yang dilarang untuk ibu hamil. Apakah kamu sudah mengetahuinya, Ma?

Kehamilan memang menjadi sebuah hal yang sangat ditunggu bagi pasangan yang sudah menikah, ya. Bagaimana enggak? Kita sedang mengandung buah hati yang selama ini sudah sangat kita dambakan. Tentunya hal ini sangat membuat bahagia banget, ya?

Akan tetapi, kita juga enggak bisa bohong ya Ma, jika pada masa mengandung ini penuh dengan tantangan dan kesulitan. Dari awal hamil saja Mama-Mama bakal merasakan adanya berbagai perubahan pada tubuh yang seringkali membuatmu enggak nyaman. Sebagai contoh adalah mengalami mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan.

Belum lagi lonjakan hormon ketika hamil membuat kondisi hati Mama-Mama kadang menjadi tidak menentu. Enggak heran di fase-fase ini, Mama-Mama akan menjadi lebih sensitif. Bisa tiba-tiba menangis atau sedih oleh alasan yang sebenarnya tidak jelas.

Oleh karena itu, kita juga perlu menjaga sikap dan tutur kata kepada sesama ibu hamil. Selain sebagai bentuk empati, menjaga perkataan kepada ibu hamil juga menjadi bentuk support kita untuk Mama-Mama di luar sana yang kini sedang berjuang mengandung buah hatinya.

Apa saja ucapan yang dilarang untuk ibu hamil? Simak beberapa contohnya di sini ya yang telah Mama himpun dari berbagai sumber!

Ucapan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

1. “Wah, perut kamu sangat besar ya!”

Namanya juga ibu hamil. Sudah pasti akan mengalami kenaikan berat badan serta ukuran perut dong. Pasalnya sedang ada janin yang bertumbuh kembang di dalamnya.

Akan tetapi masih banyak juga di luaran sana yang mengatakan seperti ini pada ibu hamil. Perkataan seperti ini ibaratnya menyiratkan juga, “Kamu gendutan, ya?” yang tentunya akan membuat ibu hamil menjadi mudah tersinggung.

Padahal kan kenaikan berat badan serta ukuran perut menjadi sebuah indikator bahwa janin telah bertumbuh dengan baik dan sehat, bukan? Jadi, mulai sekarang stop ya untuk mengatakan ini kepada Mama-Mama yang sedang hamil.

2. “Kok gitu ya? Padahal waktu aku hamil tuh…”

Ilustrasi ucapan yang dilarang untuk ibu hamil (Sumber: Pixabay)

Pengalaman kehamilan antara ibu hamil masing-masing akan berbeda. Tergantung bagaimana kondisi tubuh serta lonjakan hormon yang terjadi saat kehamilan.

Sebagai contoh, mungkin ada Mama-Mama yang tidak mengalami mual dan muntah pada saat awal hamil. Namun ada pula yang mengalami morning sickness yang parah selama trimester pertama kehamilan.

Enggak mengalami mual dan muntah saat trimester pertama bukan berarti juga kondisimu lebih baik dibandingkan ibu hamil lainnya. Ya balik lagi Ma, semua itu tergantung dari bagaimana cara bekerja hormon kehamilan pada tubuhmu.

Maka dari itu, jangan lagi suka membandingkan bagaimana keadaanmu saat hamil dengan ibu hamil yang lainnya, ya. Bagaimanapun kondisi ibu hamil itu hadir dengan keunikannya masing-masing.

3. “Beneran hamil? Masa sih? Kok enggak kelihatan?”

Hal ini sama seperti poin di awal. Merupakan hal yang kurang elok ketika kita memberikan komentar mengenai kondisi fisik ibu hamil. Apalagi untuk Mama-Mama yang baru saja hamil untuk pertama kalinya.

Kalimat seperti ini bisa saja membuat bumil cemas mengenai kondisi janin di dalam kandungannya. Padahal balik lagi ya, pregnancy belly ini juga tergantung dengan keadaan tubuh Mama-Mama sendiri. Banyak juga kok wanita di luaran sana yang baru terlihat perut kehamilannya saat memasuki trimester ketiga.

4. “Hamil lagi? Kebobolan, ya?”

Menurut Mama sih, kata-kata seperti ini enggak perlu ya diucapkan pada sesama ibu hamil. Pasalnya hal tersebut bersifat privasi. Kecuali dia menceritakannya sendiri mengenai cerita awal serta penyebab kehamilannya.

5. “Aku boleh pegang perutnya enggak?”

Ilustrasi ucapan yang dilarang untuk ibu hamil (Sumber: Pixabay)

Ini juga serupa nih dengan perkataan sebelumnya. Enggak semua ibu hamil menganganggap sentuhan fisik merupakan hal yang wajar. Sekali lagi Mama jelaskan ya, alasannya adalah hal ini merupakan privasi.

Menyentuh tubuh ibu hamil tanpa diminta akan dirasakan mengganggu bagi personal space-nya. Kecuali kalau memang kamu adalah orang terdekatnya. Itu pun sebaiknya minta izin dulu ya kalau ingin memegang atau mengelus perut hamilnya.

6. “Kamu harus hindari makanan ini, jangan makan atau minum itu juga..”

Kalimat seperti ini juga masih banyak banget Mama dengar diucapkan pada ibu hamil di luaran sana. Kalau kamu adalah seorang dokter, nakes, atau ahli medis lainnya yang memang ahli di bidangnya, enggak masalah untuk mengatakan hal seperti ini.

Tapi kalau bukan, sebaiknya kamu enggak usah banyak komentar yang mengarah mengatur kehidupannya bumil. Soalnya, kita juga tidak benar-benar tahu apa saja sih kebutuhan atau apa saja yang boleh dia lakukan tidak tidak boleh dilakukan.

Demikianlah beberapa ucapan yang dilarang untuk ibu hamil. Yuk, kita mulai bangun empati kita dengan menjaga tutur kata dan sikap. Justru kalau ada sahabat, saudara atau kerabat yang sedang hamil. Lebih baik kita berikan support dibandingkan terus berkomentar mengenai kehamilannya.

(AN)