Wajah Bayi Bruntusan, Apa Penyebabnya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu teman Mama habis curhat kalau dia bingung karena wajah bayi bruntusan. Apalagi bayinya ini baru saja digunduli, jadi kelihatan banget kalau bruntusannya ini ada sampai ke kepala juga.
Dari yang Mama baca di New Health Advisor, sebenarnya sangat umum untuk kulit bayi berubah sedikit dari waktu ke waktu. Kamu bahkan mungkin melihat beberapa bruntusan dan bintik merah kecil muncul di wajah bayi yang halus dan lembut.
Meskipun wajar untuk merasa khawatir, kamu enggak perlu takut, karena bruntusan ini biasanya enggak menyebabkan masalah yang serius. Faktanya, bruntusan ini bisa hilang tanpa perawatan apa pun.
Kamu mungkin jadi penasaran ya, Ma, apa sih penyebab bruntusan pada wajah bayi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Penyebab Wajah Bayi Bruntusan
Penyebab bayi mengalami bruntusan biasanya ada dua, Ma. Pertama, karena kondisi hormonnya yang belum seimbang. Bayi biasanya masih membawa hormon ibu sehingga bruntusan muncul deh.
Kedua, mungkin bayi mengalami penyumbatan di pori-pori kelenjar keringat. Bayi biasanya belum memiliki kelenjar keringat yang bekerja secara sempurna. Akhirnya, bayi belum bisa mengontrol keringat yang keluar dari tubuhnya dan akhirnya menyebabkan bruntusan.
Selain di wajah, bruntusan juga bisa menyebar dan terlihat di area lipatan, seperti di leher, ketiak, paha, punggung, dan dada. Kondisi ini bisa semakin parah saat cuaca panas yang membuat bayi jadi lebih mudah berkeringat.
Makanya bruntusan pada bayi ini sering juga disebut sebagai biang keringat. Kalau dalam istilah medisnya sih namanya miliaria, Ma.
Biang keringat atau miliaria ini bisa datang dalam berbagai ukuran dan penampilan. Miliaria ini bahkan bisa lebih atau kurang terkonsentrasi di berbagai area tubuh. Itu semua tergantung pada tingkat keparahan miliaria yang diderita si kecil.
Dalam kasus yang lebih parah ada banyak rasa gatal dan nyeri menyengat. Miliaria biasanya berlangsung selama beberapa hari, namun jika orang tua tidak melakukan perawatan kulit yang tepat atau anak tinggal di lingkungan yang panas dan lembab, itu dapat muncul kembali dengan intensitas yang berbeda.
Cara Mencegah Bruntusan pada Bayi
Karena bruntusan cukup umum pada bayi, hal terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah mengikuti serangkaian panduan untuk mencoba menghindari atau mencegahnya.
Jika Mama-Mama memperhatikan bahwa kulit bayimu mengalami banyak iritasi atau gatal, kamu harus berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengevaluasi tingkat keparahan kasusnya. Dokter anak juga akan memberikan perawatan yang menurut mereka terbaik.
Selain itu, Mama-Mama juga dapat menggunakan tips berikut untuk mencegah bruntusan pada bayi.
Saat panas atau lembab, jaga agar bayi tetap di ruangan yang sejuk dan kering. Dandani mereka dengan pakaian ringan, misalnya dengan pakaian berbahan katun yang bisa menyerap keringat. Pastikan pakaian bayi juga tidak terlalu ketat dan tidak membuat bayi kegerahan ya, Ma.
Jaga suhu rumah agar tetap nyaman, cegah panas berlebih dengan menggunakan kipas angin atau AC.
Cegah ruam popok dengan sering mengganti popok.
Cegah iritasi kulit dengan menggunakan pakaian nyaman yang tidak terlalu ketat. Pakaian ketat dapat menyebabkan gesekan yang bisa membuat kulit bayi iritasi.
Gunakan hanya shower gel yang khusus dibuat untuk kulit bayi yang sensitif.
Hindari terlalu banyak terpapar sinar matahari dan selalu lindungi kulit bayi dengan tabir surya dan pakaian yang baik.
(RPR)
