Konten dari Pengguna

Sekitar 1.000 TKW Asal Cianjur Terancam tak Bisa Memilih pada Pilkada Jabar 2018

Man Suparman

Man Suparman

Warga masyarakat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Man Suparman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekitar 1.000 TKW Asal Cianjur Terancam tak Bisa Memilih pada Pilkada Jabar 2018
zoom-in-whitePerbesar

Kaum wanita asal Cianjur, Jawa Barat, yang mengadu nasib di negeri orang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri, yang banyaknya sekitar 1.000 orang lebih diprediksi tidak akan dapat melaksanakan hak pilihnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar pada tanggal 28 Juni 2018.

Para TKW yang masih ada di luar negeri itu, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, terpaksa tidak dimasukan ke dalam daftar pemilih sementara saat gelaran kepala daerah di Cianjur beberapa waktu lalu.

“Setelah KPU berkoordinasi dengan pelbagai pihak untuk pilkada yang sifatnya local belum ada panitia penyelenggara di luar negeri, berbeda dengan pemilihan legislative dan pemilihan presiden, karena sifatnya nasional,” kata KPU Kabupaten Cianjur, Anggie Sofia..

Pihaknya mengetahui data sekitar 1.000 lebih TKW yang asal Kabupaten Cianjur yang berada di luar negeri setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur.

Semula pihaknya mendapat angka sebanyak 3.000 TKW asal Cianjur di luar negeri, namun setelah dilakukan pendataan dan verifikasi ulang yang benar sekitar 1.000 orang.

Sebetulnya, mereka ada peluang untuk ikut memberikan hak suaranya pada pilkada Jabar, jika pulang sebelum pelaksanaan pilkada dan bisa dimasukan langsng ke dalam daftar pemilih sementara (DPT).

Tetapi, kalau pulangnya setelah ditetapkan daftar pemilih tetap mereka bisa menggunakan hak pilih dengan memperlihatkan KTP elektronik,”Tapi aturannya seperti apa masih menunggu DP-4 dari Kemendagri,” ujar Anggie pada saat sosialisasi pilkada belum lama ini.

000