Konten Media Partner

Babi di Kayawu Tomohon Mati, Pemerintah Sebut Tak Tunjukkan Gejala Virus ASF

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi babi di peternakan. Foto: AFP/Ina Fassbender
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi babi di peternakan. Foto: AFP/Ina Fassbender

TOMOHON - Sebanyak delapan ekor babi di peternakan yang ada di Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon di Sulawesi Utara (Sulut) mati. Hal ini menimbulkan kekhawatiran adanya virus African Swine Fever (ASF) telah masuk ke wilayah tersebut.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tomohon bergerak cepat melakukan investigasi dengan mengambil sampel swab untuk mengetahui kasus matinya ternak babi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Karel Lala mengatakan pihaknya bersama dengan tim dari Pemerintah Provinsi telah mengambil swab, di mana kini tengah diuji di laboratorium kesehatan hewan Provinsi Sulut.

Selain mengambil sampel swab, Karel mengatakan jika juga dilakukan wawancara dengan para pemilik peternakan babi di wilayah tersebut.

"Ditemukan beberapa gejala umum terkait kematian babi. Di mana setelah dilakukan pengambilan sampel juga mengkonfirmasi ke peternak, gejalanya bukan African Swine Fever (ASF) melainkan lebih cenderung ke hog cholera," kata Karel.

Karel juga mengatakan pihaknya memperoleh keterangan jika babi yang diternak warga memang belum memperoleh vaksin hog cholera, serta mengalami kurang asupan vitamin.

"Kami juga sudah memberikan edukasi ulang kepada para peternak agar bisa memperhatikan kesehatan dan gizi ternak babi, termasuk menjaga kebersihan kandang agar terhindar dari penyakit," ujar Karel kembali.

manadobacirita