News
·
19 September 2020 21:34

Basarnas Manado Gelar Simulasi Pertolongan Korban Kapal Terbakar

Konten ini diproduksi oleh Manado Bacirita

Simulasi Dilakukan di Teluk Manado

Basarnas Manado Gelar Simulasi Pertolongan Korban Kapal Terbakar (62667)
Salah satu adegan penyelamatan dalam simulasi pertolongan korban kapal terbakar yang digelar Basarnas Manado (foto: Basarnas Manado)
MANADO - Basarnas Manado menunjukan ketanggapan mereka saat ada kapal terbakar di tengah laut dan memerlukan pertolongan. Sabtu (19/9), dalam simulasi yang berlangsung di teluk Manado, Basarnas mempraktekan bagaimana kemampuan mereka dalam menolong awak kapal.
ADVERTISEMENT
Dalam simulasi, Kapal Nyiur Melambai yang memiliki 10 penumpang mengalami kebakaran mesin. Seluruh penumpang panik dan melompat ke laut. Ada dua orang yang tidak bisa berenang tenggelam sementara yang lainnya terapung di dekat kapal yang terbakar tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhri Sinaga kemudian memerintahkan pos unit Malalayang sebagai pos Basarnas terdekat dengan lokasi kejadian, untuk segera bergerak. Tim kemudian langsung berkoordinasi dengan pemilik kapal dan instansi yang terkait untuk meminta data-data kapal dan korban.
Basarnas Manado kemudian mendirikan posko bersama dengan tim gabungan dari TNI, Polair, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan Provinsi dan masyarakat setempat. Kemudian, mereka membagi personil untuk mempercepat penemuan korban. Aksi pencarian dan penyelamatan korban pun dilakukan dengan begitu cepat.
ADVERTISEMENT
Kesulitan tampak jelas karena harus melakukan pertolongan dan pencarian di tengah laut dengan kondisi kapal masih terus terbakar. Dalam simulasi tersebut, skenarionya ada delapan orang yang selamat dan dua orang meninggal karena tenggelam.
Simulasi pun berakhir usai tim gabungan berhasil menemukan seluruh korban dan membawa mereka ke RSUD Prof Kandou untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Basarnas Manado, Suhri Sinaga usai kegiatan simulasi mengapresiasi kepada seluruh peserta yang terlibat dalam pelatihan SAR daerah yang berada di pantai Malalayang.
Dikatakan Suhri, kegiatan ini diharapkan bisa mengedukasi seluruh peserta yang ikut untuk dapat mengerti tata cara dalam pencarian dan pertolongan apabila ada kecelakaan kapal di laut.
"Dengan adanya pelatihan ini, seluruh peserta apabila mengetahui kecelakaan kapal, agar secepatnya melaporkan ke Basarnas atau instansi terkait untuk mendapat penanganan lebih cepat untuk mengurangi korban jiwa. Ini penting," kata Suhri.
ADVERTISEMENT
Menurut Suhri, kegiatan pelatihan simulasi di laut penting dilakukan, karena daerah Sulawesi Utara memang dikelilingi dengan wilayah perairan dan banyak masyarakat berprofesi sebagai nelayan.
"Kami berharap pelatihan ini akan meningkatkan kualitas petugas dalam melakukan pertolongan," kata Suhri kembali.
manadobacirita