Konten Media Partner

Beragama Kristen, Bupati Mitra Sumbang Rp 500 Juta Bangun Masjid di Daerahnya

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) di Sulawesi Utara (Sulut), James Sumendap
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) di Sulawesi Utara (Sulut), James Sumendap

MITRA - Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) di Sulawesi Utara (Sulut), James Sumendap yang juga dikenal sebagai Panglima Panji Yosua Gereja GMIM, tak tanggung-tanggung menyumbangkan uang sebesar Rp 500 juta untuk membangun masjid di daerahnya.

Donasi uang tersebut diperuntukkan membeli sebidang tanah untuk didirikan masjid di wilayah Desa Molompar II, Kecamatan Tombatu Timur, Kabupaten Mitra.

Hal ini dilakukan Bupati berpenampilan nyentrik dengan rambut gondrong ini, usai mendapati adanya polemik pembangunan masjid di daerah tersebut. Disebutkan jika sudah 7 tahun, upaya warga untuk membangun masjid tak kunjung bisa direalisasikan.

Kepada manadobacirita, Bupati yang sering memakai topi lebar khas koboi ini, menceritakan jika dirinya mendapati persoalan pendirian masjid di wilayah Desa Molompar, karena mendapatkan penolakan dari warga sekitar yang mayoritas beragama kristen.

"Karena memang radius pendirian masjid itu berada di tempat pemukiman umat nasrani. Terjadi polemik. Kantor Departemen Agama berdasarkan aturan SKB 2 Menteri, tak bisa merekomendasikan karena pembangunan itu tidak memenuhi syarat," ujar James.

James yang mendapati persoalan itu, kemudian mencari tahu latar belakang penolakan serta memanggil seluruh tokoh untuk mencarikan solusi terbaik agar masjid di wilayah itu tetap bisa dibangun. Apalagi James mendapati informasi jika keinginan mendirikan masjid sudah sejak tahun 2016.

Dari pertemuan bersama para pemuka agama, tokoh masyarakat serta aparat, akhirnya dalam waktu tiga jam, Bupati menemukan solusi terbaik dengan memindahkan lokasi pembangunan masjid. Karena terjadi pemindahan lokasi itulah, Bupati kemudian menyumbangkan uang sebesar Rp 500 juta untuk pembebasan lahan baru serta menjadi modal awal pembangunan.

Tak sampai di situ saja, selepas pertemuan yang terjadi pada Kamis (16/2) tersebut, Bupati langsung memimpin jalannya peletakan batu pertama untuk pembangunan masjid yang akhirnya diberikan nama Masjid Al-Iksan.

"Setelah proses diskusi, pembangunan masjid bisa dibangun, walaupun di lokasi yang baru. Semua jemaah dan seluruh pimpinan Gereja (di Desa Molompar) terlibat langsung dan saya langsung melaksanakan peletakan baru dasar pertama pembangunan Masjid Al-Iksan," ujar James.

James mengatakan, dia tidak ingin masyarakat di daerahnya terhalang dalam beribadah hanya karena tak menemukan kesepakatan. Untuk itu, dia mengajak semua pihak untuk berdiskusi dengan baik dan mencari solusi tepat bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.

"Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Terkait permasalahan agama di Indonesia itu, kalau pemimpin punya niat dan kemampuan untuk menyelesaikan, semua dapat terselesaikan. Kalau perlu, datang belajar di Kabupaten Mitra dalam menyelesaikan konflik horizontal," ujar James sembari tersenyum.

febry kodongan