News
·
15 April 2021 11:10

Bibit Siklon Tropis 94W, Pemerintah Perpanjang Siaga Darurat Bencana di Sitaro

Konten ini diproduksi oleh Manado Bacirita
Bibit Siklon Tropis 94W, Pemerintah Perpanjang Siaga Darurat Bencana di Sitaro (15346)
Perumahan warga yang terdampak gelombang tinggi di pesisir pantai Kabupaten Sitaro
SITARO - Pemerintah Kabupaten Sitaro memperpanjang status siaga darurat bencana di daerah kepulauan tersebut. Hal ini menyikapi fenomena bibit siklon tropis 94W yang diumumkan oleh BMKG beberapa hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Bob Ch Wuaten mengatakan, status siaga darurat ini diperpanjang ingga bulan Mei 2021 mendatang.
Dikatakan Wuaten, perpanjangan status siaga ini sudah disetujui oleh Bupati Kabupaten Sitaro Evangelian Sasingen, di mana sebelumnya pihak BPBD juga menyampaikan langsung kondisi laporan dari BMKG berkaitan dengan bibit siklon tropis 94W tersebut.
"Setelah mendapatkan penjelasan tentang prediksi dari BMKG, Bupati langsung menyetujui perpanjangan status kondisi siaga darurat bencana," ujar Wuaten.
Dikatakan Wuaten, saat ini edaran terkait dengan perpanjangan tersebut sudah diserahkan kepada aparat pemerintah kecamatan, kampung dan kelurahan untuk diimbau ke masyarakat.
Wuaten menjelaskan, untuk Kabupaten Sitaro, dampak yang bisa diakibatkan oleh fenomena siklon tropis 94W ini di antaranya, bencana tanah longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung.
ADVERTISEMENT
"Potensi bencana tinggi, karena siklon tropis ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir," ujar Wuaten.
Untuk itu, Wuaten mengatakan kondisi ini telah menjadi perhatian penting pemerintah daerah.
"Apalagi dalam rentang beberapa waktu terakhir, Kabupaten Sitaro sering diterjang tanah longsor, banjir bandang, dan puting beliung," ujarnya kembali.
Sekadar informasi pihak BMKG telah merilis munculnya bibit siklon tropis 94W tersebut. Di mana akan tumbuh menjadi siklon tropis dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan dari pantauan citra satelit Himawari-8, bibit siklon tropis itu memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot, dengan tekanan di pusat mencapai 1006 mb. Bibit siklon tropis 94W itu terpantau mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua sejak 12 April lalu.
ADVERTISEMENT
franky salindeho