BMKG Prediksi Musim Hujan Datang Lebih Cepat Efek dari La Nina
·waktu baca 2 menit

MANADO - BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara (Sulut) memprediksi musim hujan di sejumlah kabupaten dan kota di Sulut akan tiba lebih cepat, yaitu pada dasarian pertama bulan Oktober.
Kondisi itu terjadi karena terdapat sebagian kecil model iklim global yang memprediksi akan datangnya La Nina lemah di akhir tahun 2025.
Menurut Staf Analisa dan Observasi BMKG Stasiun Klimatologi, Yosevina N. Nugroho, kondisi La Nina tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Yosevina menjelaskan, untuk wilayah Sulut, karena adanya kondisi dinamika atmosfer yang terjadi, prediksi musim hujan akan berbeda dari sebelumnya.
Seperti pada wilayah kota Manado, sebagian Tomohon, sebagian besar Minahasa, sebagian besar Minahasa Utara, sebagian Minahasa Tenggara dan sebagian Bitung serta Kepulauan Sitaro, diprediksi awal musim hujannya akan datang lebih cepat dua dasarian dari normalnya yaitu pada Oktober dasarian satu.
Sementara untuk wilayah sebagian Minahasa, sebagian Minahasa Utara dan sebagian Bitung, diprediksi awal musim hujannya akan datang lebih cepat satu dasarian dari normalnya, yaitu pada Oktober dasarian kedua.
“Dan untuk wilayah lainnya diprediksi akan masuk musim hujannya pada Oktober akhir hingga November awal,” ujar Yosevina.
"Kondisi ini sendiri telah disampaikan atau dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder yang ada," ungkapnya kembali.
