BNI Wilayah 11 Ingatkan Nasabah untuk Tetap Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

Konten Media Partner
13 April 2023 13:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pimpinan BNI Wilayah 11 Suluttenggomalut.
zoom-in-whitePerbesar
Pimpinan BNI Wilayah 11 Suluttenggomalut.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MANADO - Pemimpin BNI Wilayah 11 Suluttenggomalut, Lodewyck Z.S. Pattihahuan terus mengingatkan nasabah untuk terus berhati-hati dan selalu waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak mudah menjadi korban kejahatan perbankan.
ADVERTISEMENT
Dikatakan Lodewyck, data pribadi yang dimaksud seperti User ID, Password, Kode OTP (One Time Password), serta PIN yang diterima. Menurutnya, hal itu wajib hanya diketahui oleh nasabah sendiri.
"Jangan pernah menginfokan hal-hal tersebut kepada siapa pun, termasuk kepada petugas BNI itu sendiri," ujar Ruly sapaan akrabnya, Kamis (13/4) di Manado.
Dijelaskan Lodewyck, pihak BNI Wilayah 11 yang melayani empat Provinsi yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara ini, tak pernah berhenti untuk memberikan edukasi kepada nasabah agar menjaga kerahasiaan data. Bahkan, selalu diinformasikan jika BNI tidak pernah meminta kode OTP untuk alasan apa pun kepada nasabah.
Menurutnya, jika ada kejanggalan atau perlu untuk meminta bantuan, disarankan para nasabah datang langsung ke kantor BNI terdekat untuk mendapatkan bantuan langsung, atau bisa menghubungi layanan customer valid dari BNI yang bisa dihubungi.
ADVERTISEMENT
Hal yang sama juga menurut Lodewyck bisa diterapkan ketika berada di ATM. Kalau ada yang tidak paham saat transaksi, sebaiknya meminta tolong ke satpam yang bertugas, jangan kepada yang tiba-tiba menawarkan bantuan.
"Jika memang mengalami kendala, segera hubungi BNI Call Centre di 1500046 atau datang ke outlet BNI terdekat agar benar-benar tepercaya,” katanya kembali.
Sebelumnya, kasus pembobolan rekening bank karena kelalaian nasabah masih marak terjadi. Masyarakat masih sering terkena jebakan para pelaku penipuan dengan berpura-pura menjadi operator bank dan meminta data pribadi termasuk kode OTP yang seharusnya dikirimkan ke ponsel nasabah.
Selain itu, praktik scam dengan cara mengirimkan link palsu, di mana ketika nasabah telanjur klik link tersebut, maka seluruh data-data milik nasabah akan bisa langsung diretas.
ADVERTISEMENT
manadobacirita