Konten Media Partner

BPJN Sulut Mulai Perbaiki Jalan Pendekat Jembatan di Minut yang Amblas

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BPJN Sulawesi Utara saat meninjau kerusakan Oprit atau Jalan Pendekat Jembata di Desa Minaesa Talawaan Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.
zoom-in-whitePerbesar
BPJN Sulawesi Utara saat meninjau kerusakan Oprit atau Jalan Pendekat Jembata di Desa Minaesa Talawaan Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

MANADO - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) mulai memperbaiki kerusakan Oprit atau jalan pendekat jembatan di Desa Minaesa Talawaan Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), yang ambruk karena tersapu air pada Jumat (27/1) lalu.

“Sekarang yang kita tangani adalah pekerjaan sementaranya atau darurat. Pekerjaan darurat itu oprit box cover yang amblas itu mau kita uruk dengan cara kita taruh batu batu-besar di bawahnya," ujar Kepala BPJN Sulut, Hendro Satrio, Senin (30/1).

Menurut Hendro, usah batu-batu besar ditaruh, kemudian akan dipasangkan geotextile dan diberikan timbunan. Adapun lapisan atasnya, menurut Hendro akan diberikan material sesuai dengan ukuran yang diperlukan.

Untuk penyelesaian pekerjaan darurat ini, Hendro mengaku akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 100 juta. Adapun target penyelesaian adalah Selasa (31/1) malam.

"Kami kebut agar jalan penghubung Desa Wori dan Likupang sudah bisa dilewati kendaraan. Kalau cuaca mendukung, mudah-mudahan besok jalannya sudah bisa terbuka untuk dilalui kendaran,” kata Hendro kembali.

Sebelumnya, warga di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), meminta perhatian pemerintah terkait dengan putusnya jalan penghubung ke Likupang.

Pasalnya, jalan yang posisinya tak jauh dari Jembatan Minaesa tersebut sudah putus sejak Jumat (27/1) lalu, dikarenakan curah hujan yang tinggi dan menyebabkan jalan itu longsor.

"Karena putus, semuanya jadi terhambat. Kalau boleh pemerintah secepatnya ambil kebijakan yang terbaik sehingga jalan ini bisa kami lewati kembali, biar hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas," ujar Jein Wono, salah satu warga Desa Darunu, Kecamatan Wori.

febry kodongan