Konten Media Partner

Bupati Bolmong Pilih Pakai Mobil Dinas Lama, Ingin Anggaran Fokus ke Masyarakat

26 Februari 2025 14:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsy.
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsy.
ADVERTISEMENT
BOLMONG - Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsy, memilih untuk menggunakan mobil dinas lama dan menolak pengadaan yang baru. Selain alasan efisiensi anggaran, Yusra ingin anggaran di Pemerintah Kabupaten Bolmong fokus ke rakyat.
ADVERTISEMENT
Yusra yang saat ini masih mengikuti retreat kepala daerah di Magelang, telah menginformasikan ke Sekretariat Daerah Kabupaten Bolmong, untuk menunda pengadaan mobil dinas yang baru, selama mobil yang lama masih dalam kondisi yang baik dan layak digunakan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmong, Abdullah Mokoginta, membenarkan hal itu. Menurutnya, Bupati telah menyampaikan keinginannya itu dan akan ditindaklanjuti.
“Bupati menegaskan bahwa saat ini anggaran harus difokuskan pada program yang lebih penting terutama yang berhubungan dengan kepentingan banyak orang. Jadi, untuk pengadaan kendaraan dinas disebut bupati belum diperlukan,” ujar Abdullah.
Menurut Abdullah, tak hanya untuk bupati, Pemkab Bolmong juga memilih untuk tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas untuk pejabat lainnya, seperti para asisten, kepala dinas, sekretaris DPRD hingga kepala bagian di Sekretariat DPRD Bolmong.
ADVERTISEMENT
Keputusan ini sejalan dengan upaya Pemkab Bolmong dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk pembangunan dan pelayanan publik. Anggaran menurut Abdullah dapat dialokasikan ke sektor yang lebih mendesak seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bolmong, Supandri Damogalad, mengapresiasi kebijakan pertama Bupati Bolmong terpilih, Yusra Alhabsy. Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola anggaran yang lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat.
“Upaya bupati ini patut diapresiasi, karena menunjukkan komitmen untuk mencapai tujuan pembangunan dengan sumber daya seminimal mungkin,” ujar Supandri.