Konten Media Partner

Cerita Mahasiswa UKIT Soal Menu Makan di Asrama yang Diduga Sebabkan Keracunan

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keracunan makanan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keracunan makanan.

MANADO - Kasus keracunan makanan yang terjadi di asrama mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), yang ada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), menyisakan cerita trauma kepada mahasiswa yang menjadi korban, maupun yang saat itu terhindar dari musibah tersebut.

Salah satu mahasiswa yang minta namanya tak ditulis, menceritakan tentang menu makan yang disajikan di asrama mahasiswa UKIT. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan menu-menu tersebut, karena merupakan makanan rumahan yang biasa mereka konsumsi sehari-hari.

kumparan post embed

Namun, menurut mahasiswa itu, persoalan yang diduga jadi penyebab keracunan, adalah makanan yang diberikan kadang adalah menu yang sudah dimasak terlebih dahulu, kemudian kembali dihangatkan hingga beberapa kali lalu disajikan ke mahasiswa.

"Dugaan saya seperti itu (makanan dihangatkan). Kadang, kalau saya dan beberapa teman lain lihat menu yang sama kembali disajikan, kami beli di luar untuk makan," kata mahasiswa yang terus mewanti-wanti agar namanya tak ditulis.

Sementara itu, Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri, mengatakan jika sampai saat ini pihaknya tak menerima laporan resmi dari para korban.

Namun, pihak Polres Tomohon berinisiatif untuk melakukan penyelidikan karena banyaknya korban yang dirawat di rumah sakit karena dugaan keracunan makanan itu.

"Total korban ada sebanyak 71 orang. Sebagian besar di rawat di RS Bethesda dan ada juga di RS Gunung Maria. Tapi semuanya sudah pulang," kata Iptu Royke.

Lebih lanjut, Iptu Royke menjelaskan jika sejauh ini pihaknya sudah memeriksa sebanyak 16 saksi, baik dari pihak dapur dan mahasiswa. Selain itu, untuk membantu dalam proses penyelidikan, dia mengaku jika dibantu Dinas Kesehatan.

"Saya mengimbau untuk menyerahkan proses ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Sekarang kami sudah melakukan penyelidikannya," katanya kembali.