Konten Media Partner

Cerita Seberius, Pensiunan yang Selamatkan Korban Kecelakaan JetSki di Manado

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seberius Bukananung, seorang pensiunan PT Pos Indonesia yang berhasil menyelamatkan satu orang korban kecelakaan JetSki di perairan Teluk Manado.
zoom-in-whitePerbesar
Seberius Bukananung, seorang pensiunan PT Pos Indonesia yang berhasil menyelamatkan satu orang korban kecelakaan JetSki di perairan Teluk Manado.

MANADO - Kecelakaan JetSki di perairan Teluk Manado, Senin (3/11), mengakibatkan dua orang meninggal dunia, masing-masing Ridwan Tola (24) dan Wandi Haikal (19).

Namun banyak yang tak mengetahui jika ada satu lagi korban atas nama Jonatan Rantelengan yang bisa diselamatkan oleh perahu nelayan yang sedang berada di perairan tersebut saat kecelakaan terjadi.

Adalah Seberius Bukananung (60), seorang pensiunan PT Pos Indonesia asal Manado, yang tampil menjadi sosok penolong, di mana dia berhasil menarik korban dari dalam air untuk naik ke kapal yang digunakannya.

kumparan post embed

Ditemui di Malalayang, Seberius kemudian cerita kondisi saat kejadian nahas tersebut. Seberius mengaku dirinya baru saja mengikuti kegiatan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan hendak pulang ke Malalayang satu timur menggunakan perahu kecil miliknya.

Saat melintasi di area teluk Manado, tempat terjadinya kecelakaan JetSki itu, Seberius sempat mendengar teriakan minta tolong dari sejumlah warga lain yang berada di tepian.

“Saya dengar mereka teriak dari darat untuk bantu selamatkan yang alami kecelakaan, saya juga dengar di laut ada yang teriak, rupanya Jonathan,” ujar Seberius.

Tanpa berpikir panjang, Seberius pun segera menuju ke tempat Jonathan yang saat itu masih mengapung di antara ombak.

Namun sebelum tiba di lokasi Jonathan berada, Seberius mengaku sempat melihat korban lain yang sedang tenggelam.

“Sempat lihat salah satu, tapi sudah tenggelam dan kayaknya sudah tidak bernyawa. Saya coba ulurkan tangan mau tolong tapi karena ada gelombang kapal saya terpukul menjauh,” kata dia.

Sadar jika upayanya untuk menolong korban yang sudah tenggelam akan sulit, Seberius lantas beralih menolong Jonathan yang dilihatnya masih berusaha mengapung.

Menurut dia, Jonathan bahkan sempat berteriak memanggil dirinya untuk bisa diselamatkan.

“Saya ulurkan tali ke Jonathan, saya bilang kalau masih kuat pegang talinya, lalu setelah saya bantu naikkan ke perahu,” kata Seberius.

Usai mengamankan Jonathan, Seberius kemudian lanjut melakukan penyisiran kembali untuk menemukan korban yang lain. Sayang usahanya itu tidak berhasil karena langit telah gelap dan dirinya tak memiliki alat bantu penerangan.

“Jujur malam itu saya tidak bisa tidur, terpikir terus para korban. Apalagi ada yang sempat saya lihat tetapi tidak bisa saya tolong. Jadi saya balik mencari besoknya karena sebagai sesama manusia saya ingin bisa saling tolong-menolong,” katanya.

“Saya turut berduka cita dengan kejadian ini, saya berharap ini jadi pelajaran untuk semuanya untuk lebih hati-hati,” ujarnya lagi.