Cerita Tabungan Emas Pegadaian Selamatkan Usaha Seorang Pelaku UMKM di Manado
ยทwaktu baca 4 menit

Dengan semangat, Linda, seorang pelaku usaha UMKM di bidang jasa pembuatan kue (kering dan basah) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), menceritakan bagaimana Tabungan Emas Pegadaian, berhasil selamatkan usaha rumahan yang telah dirintisnya sejak tahun 2016 itu.
Ceritanya pada bulan Maret 2025, tepatnya di akhir bulan Ramadan 1446 H atau beberapa hari jelang Idul Fitri. Saat itu, Linda mengaku mendapatkan banyak pesanan kue kering dan juga kue basah. Saat itu, pesanan itu telah diterimanya, serta seluruh bahan yang akan digunakan untuk membuat kue telah dibelinya.
Namun, saat baru memanggang beberapa kue pesanan, oven yang digunakannya alami kerusakan. Pipa pengatur api di oven itu bocor. Akibatnya, selain suhu panas oven tak bisa dikontrol, kue yang sementara dipanggang menjadi hangus dan berwarna hitam, karena asap yang masuk ke dalam oven.
"Panik, takut, semuanya bercampur. Saya ingin menangis waktu itu. Oven yang paling penting rusak tak bisa digunakan. Mau diperbaiki pasti lama tak keburu waktu pesanan," kata Linda sambil mengenang peristiwa itu.
Satu-satunya cara adalah membeli oven yang baru. Namun, oven yang ditaksir memiliki harga yang lumayan mahal, sementara uang milik Linda tak cukup untuk membelinya. Tak hanya itu, rusaknya oven terjadi pada hari Sabtu malam, di mana keesokan harinya adalah hari Minggu, sehingga secara otomatis tak ada jasa pembiayaan keuangan yang beroperasi.
Pikiran Linda semakin kalut. Satu malam dia mengaku tak bisa tidur, karena selalu terpikir dengan dampak yang akan terjadi. Menurutnya, kalau oven itu rusak dan dia tak bisa menyelesaikan pesanan sesuai deadline waktu, maka pertaruhannya besar. Kerugian material, hingga kepercayaan pelanggan akan hilang dan buntutnya berimbas pada usaha secara keseluruhan.
"Pokoknya saya bingung sekali. Semalaman tidak tidur karena terpikir terus. Menangis tak selesaikan masalah. Tapi ini sangat berdampak untuk usaha kecil kami," tutur Linda.
Namun solusi itu akhirnya datang. Besok paginya, tiba-tiba suaminya memberikan solusi untuk menggunakan Tabungan Emas Pegadaian milik mereka. Sejak tahun 2021, Linda dan suaminya memang memanfaatkan Tabungan Emas Pegadaian, sebagai simpanan mereka. Bersama dengan suaminya, Linda langsung membuka aplikasi pegadaian.
"Pertama kali saya buka aplikasi, saya terkejut. Ternyata harga emas saat itu kalau tidak salah sentuh Rp 1,7 jutaan dan harga jualnya Rp 1,6 jutaan. Padahal pertama buka tabungan itu masih di harga Rp 950 ribuan. Kami pun selama ini menabung seadanya. Kalau ada uang lebih, Rp 100.000, Rp 200.000 atau lebih kami tabung di tabungan emas," kata Linda mengingat momen itu.
"Saat itu suami memilih opsi untuk hanya gadai saja. Karena ternyata harga yang akan diterima jika menggadai emas sangat bagus. Dan yang paling penting, jika gadai kita bisa tebus secara bertahap, karena ternyata bunganya tergolong kecil dibandingkan jika kami ambil pembiayaan keuangan. Hitungannya biaya gadai per 15 hari dan sangat terjangkau," ujar Linda kembali.
Tapi lagi-lagi hati Linda diliputi rasa galau, karena dia teringat jika hari itu adalah hari Minggu. Linda takut jika keinginan gadai emas tak bisa dilakukan di hari itu. Maklum saja, Linda pernah mengalami kejadian ketika transaksi digital di salah satu aplikasi tak bisa dilakukan karena server tak merespons jika di hari Minggu.
Namun kekhawatiran itu seketika sirna. Pasalnya, setelah dicoba untuk melakukan gadai di aplikasi Pegadaian Digital, prosesnya begitu mudah dan cepat. Bahkan, pencairan dana ke rekening tak sampai dua menit.
"Saat kami konfirmasi untuk menggadai beberapa gram emas di Tabungan Emas kami, prosesnya langsung begitu cepat. Hanya dalam hitungan tak sampai dua menit, dana langsung masuk ke rekening suami tanpa lama. Benar-benar super cepat, padahal saat itu hari Minggu," ujar Linda dengan wajah berbinar saat menceritakan hal itu.
Usai dana masuk setelah melakukan gadai emas lewat aplikasi Pegadaian Digital, Linda diantar suaminya langsung menuju ke toko yang ada di pusat kota Manado untuk segera membeli oven yang baru untuk menggantikan oven lama yang rusak.
Menurut Linda, saat itu dia sangat senang karena tak disangka Tabungan Emas yang awalnya diniatkan sebagai investasi dan tabungan masa depan, memiliki manfaat yang sangat besar untuk dia dan keluarganya di saat genting. Linda bilang, oven bisa terbeli dan usahanya akhirnya bisa terselamatkan sampai sekarang.
"Yang terpenting, selain tak ribet karena bisa diakses kapan dan di mana pun karena te1ah ada aplikasi Pegadaian Digital, biaya yang dikenakan juga dalam batas rasional yang bisa dijangkau," ujar Linda.
Untuk itu, Linda mengaku jika target Pegadaian mengEmaskan Indonesia, bukan hanya sebuah wacana, melainkan keniscayaan. Apalagi menurutnya, emas kini tak lagi identik sebagai barang mahal dan sulit terjangkau, mengingat layanan Tabungan Emas milik Pegadaian, bisa diakses siapa saja, dengan kemampuan ekonomi apa pun. #MengEMASkanIndonesia
"Saya sudah membuktikan, di mana Tabungan Emas Pegadaian minimal setorannya bisa Rp 10 ribu. Jadi jika ada rezeki berapa pun, bisa disisihkan untuk ditabung," ujarnya lagi.
