Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
CIMB Niaga Lanjutkan Kinerja Positif di Semester Pertama 2024
13 Agustus 2024 23:51 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
MANADO - Head of Regional Timur dan Bali Nusra Regional CIMB Niaga, Ahmad Ilham, menyebut upaya peningkatan layanan yang dilakukan pihaknya, telah berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja CIMB Niaga secara nasional.
ADVERTISEMENT
Bank CIMB Niaga mencatatkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 4,4 triliun pada semester pertama 2024, naik 5,8 persen secara year on year (YOY) atau dengan kata lain lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Kata Ahmad, kinerja positif yang ditorehkan itu utamanya didorong oleh pertumbuhan aset produktif, pengelolaan efisiensi operasional hingga pencadangan yang baik.
“Kami terus menjaga kualitas aset secara efektif dengan mempertahankan rasio gross non-performing loan (NPL) sebesar 2.14 atau di bawah rata-rata industri. Kami optimis bisa meraih hasil yang baik di sisa tahun 2024, sejalan dengan strategi jangka panjang yang telah kami tetapkan,” ujar Ahmad, Selasa (13/8) di Manado.
Lanjut Ahmad, catatan positif lainnya juga terlihat dari meningkatnya total Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp249,8 triliun, dikontribusikan dari pertumbuhan current account and savings account (CASA) sebesar 7,479 YOY, menjadi Rp 162,9 triliun.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) juga berhasil menjaga kinerja positifnya dengan tetap menjadi UUS terbesar di Indonesia, yang secara total pembiayaan mencapai Rp 8,1 triliun dan DPK sebesar Rp 48,1 triliun per 30 Juni 2024.
"CIMB Niaga Syariah tetap fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas," kata Ahmad kembali.
swingly m
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%