Curhatan Karyawan Mal di Manado: 3 Bulan Dirumahkan Tanpa Penghasilan

MANADO - Sejumlah pekerja dan karyawan yang ada di Kota Manado terutama yang bekerja di outlet dan juga di gedung Mal, mulai mengeluhkan tidak diizinkannya tempat kerja mereka beroperasi kembali di tengah pandemi virus corona ini.
Para karyawan ini mengaku sudah memasuki bulan ketiga semenjak mal-mal di Kota Manado ditutup, tak ada solusi yang tepat dari pemerintah untuk mereka para karyawan dan pekerja yang akhirnya dirumahkan atau diputus kontrak kerja mereka.
"Kami sudah dirumahkan sejak 3 bulan lalu. Kemudian kami didiamkan begitu saja tanpa penghasilan. Kami juga butuh pencarian untuk menghidupi kebutuhan kami. Jika terus-terusan ditutup, kami mau bagaimana lagi," tutur Sandra, pegawai di salah satu outlet yang ada di Megamall Manado.
Mario Wagiu, perwakilan karyawan lainnya menyebutkan, ada ketimpangan kebijakan dari pemerintah terkait tempat-tempat yang bisa beroperasi. Menurutnya, kawasan Mal akan lebih tertib dalam penerapan social dan physical distancing ketimbang pasar-pasar yang hingga saat ini masih dibiarkan beroperasi.
"Apakah masyarakat itu hanya pedagang pasar atau pemilik toko yang masih buka di Manado saja. Kan kami pekerja di mal yang sudah ditutup itu masyarakat juga. Kasihan kami kalau mal masih terus ditutup. Kami bekerja untuk menutupi biaya hidup kami sehari-hari. Dan sekali lagi, kami sayangkan, ketika membandingkan pasar dan mal, kami pikir Mal itu akan lebih tertib," tutur Wagiu.
Sementara, Yono Akbar, pengelola Manado Town Square (Mantos), menyebutkan pihaknya hingga kini masih menunggu kepastian dari pemerintah, terkait operasional kembali mal. Dikatakannya, pihaknya sudah siap dengan konsekuensi menjaga protokol kesehatan di daerah mal.
"Selain itu kami percaya, masyarakat di Manado itu bersih-bersih. Kalau disuruh cuci tangan, pakai masker dan protokol kesehatan lainnya pasti itu mereka sudah paham," kata Yono.
Menurut Yono, pihaknya juga memahami pemikiran dan kegelisahan dari para pekerja di mal termasuk para karyawan outlet yang kini tak bisa lagi bekerja karena operasional ditutup. Untuk itu, harus ada solusi yang bisa diberikan untuk saat ini.
"Kami pihak Mantos sudah siap buka. Soal patuh dengan protokol COVID-19, saat belum seheboh sekarang, Mantos itu sudah jalankan protokol kesehatan mulai dari Thermo Gun hingga Hand Sanitizer. Begitu juga ketika kami melihat ada pertambahan kasus, kami langsung pilih tutup. Tapi, sekarang kembali lagi ke para pekerja. Kami juga tahu bagaimana mereka harus menghidupi keluarga mereka," kata Yono kembali.
Sementara itu, pihak DPRD Kota Manado menyebutkan harus ada solusi yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Manado untuk mengatasi persoalan ini. Harus ada ketegasan dari pemerintah terkait dengan kondisi perekonomian termasuk rencana pembukaan mal.
"DPRD Kota Manado akan menghadap Wali Kota Manado untuk membicarakan keluhan dari para pekerja ini. Tentu kita harus cari solusi. Jangan kita cegah penyebaran COVID-19 tapi kita membiarkan masyarakat kita malah kena penyakit karena tak lagi kerja. Ini perlu pertimbangan matang," kata anggota DPRD Kota Manado, Robert Tambuwun.
Anes Tumengkol
****
*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
