Konten Media Partner

Dampak Corona, Kunjungan Wisatawan ke Sulut Menurun dari 9.000 Jadi 600 Orang

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona

Pariwisata Sulawesi Utara benar-benar merasakan dampak munculnya Virus Corona. Dua bulan terakhir pasca-Virus COVID-19 merebak, jumlah kunjungan wisatawan di Sulawesi Utara menurun drastis.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, Heindry Kaitjily, mengaku jika saat ini jumlah kunjungan wisatawan ke Sulut tinggal menyisakan 600 orang. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama, wisatawan ke Sulut mampu mencapai 9.000 orang.

Kaitjily membenarkan jika faktor penurunan wisatawan di Sulut, karena adanya Virus Corona. Apalagi, jumlah wisatawan yang mendominasi ke Sulut memang berasal dari China, yang saat ini penerbangan dari negara tirai bambu tersebut telah dihentikan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, Heindry Kaitjily

"Jadi alasannya ya terkait Virus Corona. Khusus Sulut jika dibandingkan dengan daerah lain, masih cukup beruntung karena tetap ada kunjungan, karena di tempat lain tak lagi memiliki kunjungan," tutur Kaitjily.

Lanjut Kaitjily, saat ini Dinas Pariwisata Sulut tetap melakukan inovasi untuk meningkatkan usaha industri pariwisata, seperti meminta pemerintah pusat memberikan kebijakan diskon tiket.

"Kami meminta kepada seluruh stakeholder untuk bekerja sama mendorong bangkitnya dunia pariwisata di Sulut ini," tutur Kaitjily kembali.

Oktaviana Mundung