Demo Nelayan di Manado, Tuntut Wali Kota Tak Berpihak ke Pengembang Reklamasi

MANADO - Gabungan nelayan, warga pesisir dan mahasiswa di Kota Manado, menggelar demo di depan kantor Wali Kota Manado, Senin (26/8). Mereka menuntut agar Wali Kota Manado, Andrei Angouw, tak berpihak ke pengembang reklamasi yang akan merusak kawasan pesisir tempat mereka mencari nafkah.
Pada demo tersebut, massa aksi juga menyatakan jika keberpihakan dari Wali Kota Manado, Andrei Angouw, kepada pengembang reklamasi yang akan menimbun 90 hektare pantai, terlihat dari perangkat pemerintah mulai dari Camat hingga Kepala Lingkungan yang jelas-jelas berpihak ke pengembang.
Menurut nelayan, kepala lingkungan dan camat setiap hari selalu mendampingi pengembang. Bahkan menurut nelayan, perangkat pemerintah sudah berkantor di pantai yang akan direklamasi tidak lagi di kantor pemerintah.
"Kami menuntut pemerintah membatalkan reklamasi teluk Manado. Jangan kemudian pemerintah malah berpihak ke pengembang bukan ke warga. Kami minta Wali Kota dengan tegas menindak tegas kepala lingkungan dan Camat yang setiap hari selalu mendampingi pengembang, mereka sudah berkantor di pantai tidak lagi di kantor,” ungkap Roy, Ketua kelompok Nelayan Karangria dalam orasinya.
Roy berharap Pemerintah peka dengan keadaan masyarakat pesisir yang hanya menggantungkan hidup dari hasil melaut dan tidak hanya mementingkan pertimbangan pembangunan. Katanya, jika tidak diindahkan maka masyarakat akan kembali menggelar demo.
Sementara, Fenly Sigar, perwakilan warga mengatakan upaya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah akan mendapat dukungan dari masyarakat, hanya saja dia meminta pemerintah juga menghargai hak hidup dari masyarakat kecil.
“Kami dukung pembangunan oleh pemerintah, kami setuju saja. Hanya harus jelas dokumennya, jangan ada yang disembunyikan, dan juga harus lihat kehidupan kami masyarakat nelayan ini,” katanya.
Sementara itu, para nelayan dan warga yang menggelar demo merasa kecewa karena Wali Kota Manado, Andrei Angouw, tak mau menerima mereka. Tak hanya itu, perwakilan pemerintah kota Manado enggan menandatangani surat perjanjian untuk melaksanakan tuntutan masyarakat.
“Saya di sini hanya mendengar aspirasi dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Saya harus komunikasi dengan pimpinan,” ujar Asisten I Pemerintah Kota Manado, Julises Oehlers, yang menemui para demonstran.
swingly m
