Konten Media Partner

Didemo Warga Nusa Utara, Danlantamal VIII Manado Minta Maaf

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi salah satu korban penganiayaan Anggota Satgas Gakkumla Lantamal VIII Manado. (foto: facebook Susanti Harimisa Bulahari)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi salah satu korban penganiayaan Anggota Satgas Gakkumla Lantamal VIII Manado. (foto: facebook Susanti Harimisa Bulahari)

MANADO - Ratusan warga nusa utara (Kepulauan Talaud, Sangihe dan Sitaro), Senin (9/10), melakukan aksi demo menuntut keadilan atas aksi penganiayaan yang dilakukan oleh para anggota Satgas Gakkumla Lantamal VIII Manado terhadap sejumlah ABK dari kapal di pelabuhan Manado.

Massa demo meminta agar seluruh anggota TNI AL yang terlibat dalam kasus penganiayaan segera dipecat. Komandan POMAL Lantamal VIII Manado, Letkol Laut Wentje Komaling, juga dituntut untuk dipecat karena mengetahui aksi penganiayaan yang dilakukan di kantor POMAL pada Rabu (4/10) pekan lalu.

kumparan post embed

Sementara itu, Komandan Lantamal VIII Manado, Laksamana Pertama TNI AL Nouldy J Tangka, minta maaf kepada masyarakat Nusa Utara yang ikut dalam demo itu. Dia bilang, kejadian itu adalah tanggung jawabnya selaku pimpinan.

"Pertama saya mohon maaf dari hati yang terdalam atas kejadian sangat tidak diharapkan bersama-sama. Biar bagaimana pun apa yang dilakukan (anak buah), komandan yang bertanggung jawab," katanya.

Namun demikian, Nouldy mengaku jika permohonan maaf itu, tak akan menghalangi proses hukum yang sedang berjalan. Dia juga minta agar penanganan tersebut terus diawasi.

"Permohonan maaf dan kebaikan tidak untuk mengurangi proses hukum. Tetap berjalan. Jadi mohon kontrol dan diawasi. Karena anak-anak kami tidak bisa kami awasi semua. Mungkin ada satu dua orang yang keliru dalam pelaksanaan operasi kami. Kami mohon maaf," katanya.

Dia berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi. Menurutnya, ada 1.000 orang anggota yang dia awasi. Untuk itu, dirinya meminta agar ada juga pengawasan dari semua pihak.

"Kami sudah memberikan nomor WA kami. Silakan WA dalam hal dibutuhkan. Terima kasih atas kehadiran di mako Lantamal VIII dalam keadaan baik-baik saja. Kami tahu dan yakin bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai," kata Nouldy kembali.

sebelumnya, aksi demo solidaritas untuk para ABK korban penganiayaan anggota Satgas Gakkumla Lantamal VIII Manado, digelar oleh ratusan warga nusa utara di Kota Manado, Senin (9/10).

Dalam aksi yang digelar, warga nusa utara (gabungan dari Kepulauan Talaud, Sangihe dan Sitaro), meminta agar seluruh anggota TNI AL yang terlibat dalam aksi penganiayaan dipecat.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindak represif dari aparat negara berseragam dan tidak berseragam menggunakan senjata laras panjang dan melakukan pelanggaran HAM yang mengakibatkan rusaknya fisik dari Kapten Kapal KM Barcelona II Tonsen Barahama dan Kapten Kapal KM Gregorios Ade Harimisa, serta ABK Yos Damalang, Farly Mamewe dan Fredy Susanto Andries yang juga memberikan dampak trauma psikologis," ujar Abid Takalamingan, perwakilan para pendemo.

febry kodongan