Konten Media Partner

Dinkes Minut Tak Ada di Pemakaman, Jenazah Pasien COVID-19 Telantar 1 Jam

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil ambulance yang membawa jenazah Pasien COVID-19 berada di lokasi pekuburan. Jenazah sendiri belum dikuburkan karena Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara tak kunjung datang ke lokasi pekuburan (foto: febry kodongan/manadobacirita)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil ambulance yang membawa jenazah Pasien COVID-19 berada di lokasi pekuburan. Jenazah sendiri belum dikuburkan karena Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara tak kunjung datang ke lokasi pekuburan (foto: febry kodongan/manadobacirita)

Pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID) asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Jumat (10/4) pagi ini meninggal dunia. Pasien nomor 07 di Sulawesi Utara (Sulut) ini, rencananya akan dimakamkan di pekuburan Desa Wusa.

Jenazah yang dibawa menggunakan mobil jenazah milik RSUP Prof Kandou dikawal oleh mobil patroli pengawalan kepolisian hingga ke tempat penguburan. Sekira pukul 10.30 WITA, jenazah tiba di pekuburan Desa Wusa.

Sayangnya, hingga saat ini, jenazah tersebut belum bisa dikuburkan karena, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, belum tiba di lokasi pekuburan.

Sementara, hanya ada satu petugas dari RSUP Prof Kandou yang menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD), yang mengantarkan jenazah ke pekuburan, sehingga tidak mampu untuk menguburkan jenazah tersebut.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel menyebutkan jika sejak pagi hari, dirinya sudah menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Minut untuk mengurusi penguburan jenazah pasien COVID-19 tersebut. Dikatakan Dandel, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota merupakan penanggung jawab pasien yang berasal dari daerah mereka.

Mobil ambulance dan petugas berseragam APD lengkap yang membawa jenazah Pasien COVID-19. Jenazah sendiri belum dikuburkan karena Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara tak kunjung datang ke lokasi pekuburan (foto: febry kodongan/manadobacirita)

"Satgas sudah memberitahukan kondisi tentang penguburan jenazah. Tapi, tidak tahu kenapa sampai sekarang mereka belum ada di lokasi. Padahal pasien sudah berada di lokasi penguburan," tutur Dandel.

Sementara, pantauan manadobacirita, Kapolsek Dimembe dan petugas TNI tampak berjaga-jaga di lokasi penguburan. Anak dari pasien COVID-19 yang meninggal juga terlihat di lokasi. Beberapa warga juga turut menyaksikan dari kejauhan proses pemakaman tersebut.

febry kodongan

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!