Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten Media Partner
DPRD Sulut Minta Polda Telusuri Agen Lokal yang Rekrut Warga Untuk ke Kamboja
18 Maret 2025 16:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
MANADO - Kasus warga Sulawesi Utara (Sulut) yang telantar di Kamboja, usai jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di mana mereka dipekerjakan sebagai admin Judi Online maupun pelaku Online Scamming, setiap tahun selalu terulang.
ADVERTISEMENT
Hal ini mendapatkan perhatian khusus dari DPRD Sulut. Mereka menilai ada rantai TPPO yang perlu untuk diputus, agar kasus warga Sulut tertipu kerja di luar negeri dan hanya menjadi admin judi online serta scamming online bisa berakhir.
Anggota DPRD Sulut, Louis Schramm, menilai jika yang harus dilakukan saat ini adalah menelusuri agen lokal penyalur kerja ilegal ke luar negeri tersebut.
Menurut Louis, yang membuat para warga Sulut berani untuk kerja ke luar negeri sebelum akhirnya tertipu, adalah para agen lokal yang beroperasi mencari calon tenaga kerja yang akan mereka kirimkan ke Kamboja atau di negara lain secara ilegal.
"Dari pengakuan keluarga korban, mereka percaya bekerja di luar negeri itu karena ada agen yang merekrut. Mereka menawarkan gaji tinggi. Mereka inilah yang harus ditelusuri dan diputus mata rantainya, sehingga tak bisa lagi merekrut orang di Sulawesi Utara," kata Louis.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Louis meminta kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, untuk segera bertindak menyelidiki para agen-agen lokal yang bertugas untuk merekrut warga di Sulut dan dikirim ke Kamboja. Menurut Louis, mereka ini juga harus dijerat dengan hukum TPPO, karena ikut menjadi kaki tangan.
Apalagi menurut Louis, para agen lokal ini ketika terjadi sesuatu terhadap orang yang mereka rekrut, pasti akan lepas tangan atau tidak bertanggung jawab sama sekali.
“Untuk itu saya minta agar Polda Sulut segera melacak mereka dan melakukan tindakan tegas para agen lokal yang mengirimkan putra-putri asal Sulut untuk bekerja secara ilegal di Kamboja," kata Louis.
Louis juga meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada dengan penipuan tersebut, karena sudah banyak kasus yang terjadi, di mana para tenaga kerja itu justru kembali kadang sudah tidak bernyawa.
ADVERTISEMENT
"Saya ingatkan lagi ke warga agar jangan mudah percaya dengan tawaran kerja di luar negeri apalagi jika tidak menggunakan jalur resmi," katanya kembali.