Konten Media Partner

DPRD Sulut Sesalkan Pihak MTS Kotamobagu Tak Bisa Deteksi Adanya Kasus Bullying

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bullying. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bullying. Foto: Shutter Stock

MANADO - Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Cindy Wurangian mengaku sangat prihatin dengan kejadian meninggalnya siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) Kotamobagu akibat bullying.

Dikatakan Cindy, kasus tersebut adalah masalah serius yang wajib mendapatkan atensi atau perhatian lebih, mengingat hal itu terjadi di dunia pendidikan.

"Terus terang saya sangat sedih mendengar ini. Ada rasa sesak di hati saya. Ini adalah masalah serius yang harus segera ditangani," ujar Cindy.

kumparan post embed

Lanjut dikatakan Cindy, hal-hal berkaitan dengan bullying maupun tindak kekerasan di dalam lingkungan pendidikan, harus diperhatikan oleh sekolah maupun pihak terkait.

Untuk itu, Cindy mengecam pihak sekolah MTS yang tak mengetahui hal tersebut dan baru sibuk klarifikasi sana-sini ketika sudah ada korban jiwa yang timbul.

"Hal hal begini harus diperhatikan oleh sekolah dan semua pihak terkait. Bullying dari tingkat awal seharusnya sudah kelihatan atau terlacak oleh sekolah dan harus di basmi. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa," ujarnya.

Namun demikian, Cindy tetap meminta agar semua pihak untuk mencari fakta-fakta terlebih dahulu. Apalagi ini adalah persoalan serius karena ada timbul korban jiwa.

"First, cari fakta-fakta dulu. karena kan belum tau Whats going on sebenarnya apa dan bagimana bisa seperti itu jadinya.

Setelah itu pengawasan dan sanksi tegas kepada pelaku bully," ujar srikandi Partai Golkar ini kembali.

BT (13) siswa MTS Kotamobagu meninggal dunia akibat dianiaya oleh 9 sesama siswa. BT meninggal setelah harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

febry kodongan