Konten Media Partner

Film Hujan Bulan Juni yang Syuting di Manado Adaptasi Puisi Sapardi Djoko Damono

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sapardi Djoko Pramono (foto: kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sapardi Djoko Pramono (foto: kumparan)

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang kemudian menjadi sebuah novel ini, merupakan inspirasi dari film yang tayang pada medio November tahun 2017 lalu. Dengan judul yang sama, film ini mengambil lokasi syuting di Kota Manado, Sulawesi Utara dengan spot pengambilan gambar di perkebunan jagung di daerah Mapanget, masjid di Kampung Merdeka, sebuah rumah di Kota Tomohon dan juga jalan Malalayang, Tateli hingga Tanawangko.

Karena hampir 90 persen pengambilan gambarnya berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, premiere penayangan perdana dari film yang dibintangi oleh Velove Vexia, Adipati Dolken, Baim Wong, Surya Saputra hingga artis senior Ira Wibowo ini dilaksanakan di Kota Manado dan disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Saat premiere tersebut, sastrawan Sapardi Djoko Damono juga hadir di Kota Manado. Walaupun mendapatkan bantuan saat berjalan, saat itu, SDD begitu namanya akrab disapa, mengakui jika Kota Manado adalah kota yang spesial untuk dirinya dan keluarga.

Salah satu adegan di film Hujan Bulan Juni yang diadaptasi dari karya Sapardi Djoko Damono

Dalam film Hujan Bulan Juni ini sendiri, hampir 50 persen dialog yang digunakan juga menggunakan bahasa Manado. Para pemeran seperti Baim Wong, Surya Saputra hingga Ira Wibowo berdialog dengan bahasa dan dialek khas Manado. Lucunya, Velove Vexia yang punya keturunan Manado dari ayahnya pengacara OC Kaligis, justru sama sekali tak berdialog dengan bahasa Manado di film tersebut.

Dalam film ini, Koutaro Kakimoto, anak dari pemeran Kotaro Minami si Ksatria Baja Hitam, juga ikut mengambil peran.

Sastrawan Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7). Dia mengembuskan napas terakhir di RS Eka BSD sekitar pukul 09.17 WIB. Kepergian Sapardi dibenarkan oleh penulis Maman Suherman. Dia mendapat kabar tersebut dari rekan sesama penulis.

“Saya mendapat kabar dari banyak sekali teman-teman dan senior penyair. Saya percaya mereka,” kata Maman seperti dikutip dari kumparan.

manadobacirita