Konten Media Partner

Foto Meriahnya Festival Cap Go Meh di Manado

Manado Baciritaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan hias yang mengikuti pawai Festival Cap Go Meh di Manado, Selasa (19/2). Anak-anak yang memerankan peran harus tahan hingga berjam-jam di atas kendaraan selama pawai berlangsung
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan hias yang mengikuti pawai Festival Cap Go Meh di Manado, Selasa (19/2). Anak-anak yang memerankan peran harus tahan hingga berjam-jam di atas kendaraan selama pawai berlangsung

PENAMPILAN Tang Sin pada Festival Cap Go Meh di Manado, Selasa (19/2) menjadi daya tarik utama kegiatan yang dilakukan 15 hari setelah Imlek.

Kendaraan Hias yang menampilkan cerita-cerita tentang Dewa Umat Tridharma, memiliki daya tarik tersendiri untuk warga yang menonton Festival Cap Go Meh di Kota Manado
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan Hias yang menampilkan cerita-cerita tentang Dewa Umat Tridharma, memiliki daya tarik tersendiri untuk warga yang menonton Festival Cap Go Meh di Kota Manado

Aksi ekstrem yang dipertontonkan para Tang Sin dengan menusukan benda tajam dan menusukan pedang ke tubuh, menjadi atraksi paling ditunggu ribuan masyarakat yang memadati sepanjang jalur yang akan dilewati para Tang Sin.

Kendaraan Hias yang juga disebut Kuda Locia pada Festival Cap Go Meh di Manado, membutuhkan waktu selama 2 hari dihias. Anak-anak yang memerankan penampilan sebagai dewa dan dewi harus dirias selama berjam-jam

Sesekali warga berteriak dan memalingkan wajah mereka, karena para Tang Sin yang telah menjadi perantara para roh suci di dunia, sesekali memotong lidah mereka dengan pedang yang tajam.

Aksi potong lidah salah satu Tang Sin saat Festival Cap Go Meh di Manado, Selasa (19/2). Tang Sin yang merupakan badan kasar perantara roh suci yang turun ke bumi, tak akan mengalami cedera saat melakukan aksi ekstrim ini

"Aksi ini memang yang paling dinanti seusai Imlek. Dengan pedang yang begitu tajam, tidak ada badan mereka yang terluka," tutur Sandy Budiman, warga Kota Bitung, yang mengaku sengaja datang ke Manado untuk menonton Festival Cap Go Meh.

Penampilan Tang Sin yang menunjukan aksi ektrim dengan menusuk wajah mereka dan memotong bagian tubuhnya dengan pedang tajam. Tang Sin adalah badan kasar yang menjadi perantara roh suci yang turun ke bumi

Selain penampilan para Tang Sin, kehadiran Kuda Lo Cia, atau kendaraan hias lengkap dengan anak-anak yang dirias berpenampilan Dewa, juga menambah semarak keindahan Festival Cap Go Meh Manado.

Sebanyak 10 Klenteng dan Vihara di Kota Manado ikut memeriahkan Festival Cap Go Meh di Kota Manado, dengan menghadirkan Tang Sin yang menampilkan aksi ekstrem menggunakan pedang dan benda tajam yang dipotongkan ke badan mereka.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Walikota Manado, GS Vicky Lumentut sendiri hadir bersama dengan masyarakat umum, menontonton festival Cap Go Meh yang dipusatkan di kawasan Pecinan Kota Manado.

isa anshar jusuf