Fransiskus-Isa Pimpin AJI Manado, Diminta Fokus Soal Etika dan Kesejahteraan

Konten Media Partner
3 Maret 2024 15:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Foto bersama usai pelaksanaan Konferta ke-VI AJI Manado
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama usai pelaksanaan Konferta ke-VI AJI Manado
ADVERTISEMENT
MANADO - Konferensi Kota (Konferta) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado ke-VI, memilih Fransiskus Marcelino Talokon-Isa Anshar Jusuf sebagai Ketua dan Sekretaris periode 2024-2027. Keduanya merupakan ketua dan sekretaris periode sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Konferta AJI Manado ke-6 yang berlangsung di Aula Radio Montini Manado, Sabtu (2/3), yang dipimpin oleh Rio Luntungan, Joice Bukarakombang dan Bahtin Razak (kemudian digantikan Faisal Manoppo), diawali dengan laporan Majelis Etik AJI Manado.
Majelis Etik yang terdiri dari Yoseph Ikanubun, Ronny Buol dan Asrar Yusuf, menyampaikan jika jurnalis anggota AJI harus menaati Kode Etik Jurnalis (KEJ), Kode Etik Anggota AJI dan Kode Perilaku Anggota AJI yang bisa diartikan sebagai pegangan dalam menjalankan tugas.
"Jika ditelaah, ada tiga hal yang harus diperhatikan saat menjalankan etika profesi yakni menjaga independensi, pencarian kebenaran dan kepentingan publik serta penghormatan terhadap narasumber," ujar Yoseph Ikanubun.
Majelis etik sendiri mengatakan selama 3 tahun bertugas, ada empat kasus etik yang ditindaklanjuti, dengan keputusan satu anggota AJI Manado dikenai sanksi peringatan dan tiga anggota dikenakan sanksi peringatan keras.
ADVERTISEMENT
Konferta juga membahas rekomendasi internal dan eksternal yang harus dijalankan oleh pengurus yang terpilih.
Untuk rekomendasi internal yang dibahas pada Komisi A, konferta meminta agar pengurus harus bisa mengupayakan kesejahteraan jurnalis di daerah. Ada juga rekomendasi agar seluruh anggota AJI Manado bisa mendapatkan pelatihan yang merata, sehingga semua berkembang dengan baik.
Untuk rekomendasi eksternal yang nantinya akan dibawa ke Kongres AJI, adalah lebih dilibatkannya AJI Kota pada pengambilan keputusan maupun kebijakan secara nasional. Pasalnya, kondisi masing-masing kota di Indonesia berbeda sehingga perlu adanya pertimbangan usulan dari AJI Kota dalam pelaksanaan keputusan dan kebijakan secara umum.
Ketua AJI Manado terpilih, Fransiskus Marcelino Talokon, mengatakan jika ke depan pihaknya tetap akan memperjuangkan tri panji AJI yakni berjuang untuk kebebasan pers, mendukung demokratisasi, dan memperjuangkan hak publik atas informasi.
ADVERTISEMENT
"Kesejahteraan jurnalis juga menjadi isu utama untuk terus diperjuangkan. Selain itu, persoalan kekerasan terhadap jurnalis juga menjadi hal penting yang akan jadi perhatian," kata Fransiskus.
Sementara itu, Sekretaris AJI Manado terpilih, Isa Anshar Jusuf sendiri mengatakan jika kepengurusan ke depan akan memperhatikan tentang pemerataan kapasitas para anggota AJI Manado, sehingga semua anggota akan sama-sama berkembang.
"Sejak awal upaya pemerataan kapasitas untuk para anggota AJI sudah menjadi komitmen kami. Selain itu, persoalan kurangnya jurnalis perempuan yang menjadi anggota AJI Manado ikut jadi perhatian," ujar Isa.
Kegiatan konferta ini juga memilih anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), di mana Yoseph Ikanubun, Franky Salindeho dan Bathin Razak. Sementara untuk Majelis Etik, ada 10 nama yang direkomendasikan oleh konferta yang nantinya akan dipilih tiga di antaranya oleh pengurus AJI Manado terpilih.
ADVERTISEMENT
manadobacirita