Hari Santri Nasional, Bupati Bolmong Doakan Santri Al Khoziny yang Meninggal
·waktu baca 2 menit

BOLMONG - Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, menyampaikan rasa duka cita mendalam, sekaligus memanjatkan doa untuk para santri di pondok pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang tertimpa musibah beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Yusra, saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 yang digelar di lapangan Kantor Bupati Bolmong, Rabu (22/10).
Pada kesempatan itu, Yusra juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan musibah sebagai momentum penting untuk dapat berbenah ke depannya.
Sementara itu, Yusra saat membacakan sambutan dari Menteri Agama, mengatakan jika peringatan Hari Santri tahun 2025 memiliki makna istimewa, karena menandai satu dekade peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan pada tahun 2015.
“10 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam rentang waktu tersebut, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan para santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Yusra menegaskan bahwa Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia di era modern. Santri masa kini, kata dia, tidak hanya dituntut memahami kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.
“Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri,” katanya.
Yusra kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat perjuangan serta nilai-nilai keislaman yang damai dan beradab.
“Mari kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban. Selamat Hari Santri 2025,” ujarnya kembali.
Peringatan Hari Santri tahun 2025 sendiri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Pada upacara peringatan tersebut, para pimpinan pondok pesantren serta ratusan santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Bolmong ikut hadir bersama.
Penulis: Rama Fatah
