Konten Media Partner

Hasil Autopsi Ungkap Kematian Wakil Bupati Sangihe Bukan Karena Racun

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Jules Abraham Abast
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Jules Abraham Abast

MANADO - Desas-desus kematian Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong, berkaitan dengan penolakan tambang di Sangihe, akhirnya terjawab sudah. Pihak Kepolisian yang akhirnya melakukan autopsi, menegaskan jika kematian Wakil Bupati Sangihe, bukan karena racun, seperti yang diisukan.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, hasil autopsi yang dilakukan di ruang pemulasaran jenazah, Rumah Sakit Liung Kendage, Tahuna, Senin (14/6), sekira pukul 05.30 Wita, menjelaskan jika penyebab kematian adalah penyakit menahun yang diderita oleh Wakil Bupati.

"Kematian Wakil Bupati, diduga karena komplikasi penyakit menahun yang diderita. Pada saat pemeriksaan (autopsi) tidak ditemukan adanya racun," ujar Abast, Senin (14/6).

Namun demikian, Abast mengakui jika Tim Forensik tetap mengambil beberapa sampel organ tubuh dari almarhum, untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik, agar mendapatkan hasil yang lebih mendalam.

"Kita masih menunggu hasil dari labfor terhadap organ tubuh yang diperiksa, kurang lebih 2 minggu," ujar Abast.

Sekadar diinformasikan, kegiatan autopsi dimulai pukul 05.30 Wita dan selesai pada pukul 07.10 Wita. Adapun tim forensik dipimpin oleh Direskrimum Polda Sulut AKBP Gani F Siahaan, SIK, MH didampingi Karumkit Bayangkara Tingkat III Manado AKBP dr M Faisal Zulkarnaen Sp.KF, Spesialis Forensik RS Prof Kandouw dr. Nola Mallo dan dr. Elisa Rompas.

oktaviana mundung