Konten Media Partner

Henky Lasut Tutup Usia, Joune Ganda: Bridge Sulut Kehilangan Aset Berharga

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kenangan Ketua Gabsi Sulut, Joune Ganda bersama dengan Henky Lasut di salah satu kegiatan Bridge di Kota Manado
zoom-in-whitePerbesar
Kenangan Ketua Gabsi Sulut, Joune Ganda bersama dengan Henky Lasut di salah satu kegiatan Bridge di Kota Manado

MANADO - Kepergian maestro Bridge Indonesia, Henky Lasut, Jumat (12/6) pagi tadi, membawa duka mendalam untuk dunia olahraga. Beragam ucapan belasungkawa disampaikan kepada keluarga pria yang mampu membawa gelar juara dunia Bridge pertama kali untuk Indonesia ini.

Salah satunya datang dari Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Provinsi Sulawesi Utara, Joune Ganda. Menurut Joune, Henki Lasut sudah sepantasnya menyandang gelar legenda olahraga khususnya Bridge di Sulawesi Utara maupun nasional.

"Sulawesi Utara dan Indonesia kehilangan sosok yang benar-benar luar biasa. Saya menyebutnya maestro sekaligus legenda. Catatan kemenangannya di kejuaraan-kejuaraan Bridge belum ada yang mampu mengalahkannya di Indonesia. Makanya, saya sangat berduka dengan kepergian pak Henky Lasut," kata Joune.

kumparan post embed

Joune juga mengakui jika sosok kelahiran 6 Agustus 1947 tersebut, memiliki dedikasi yang sangat tinggi untuk olahraga Bridge. Bahkan, Joune mengaku semenjak dirinya dipercayakan menjadi Ketua GABSI Sulawesi Utara, Henky Lasut adalah sosok senior yang sangat care dan mau membantu pembibitan atlet-atlet usia dini.

"Kami sekali lagi di GABSI sangat kehilangan sosok yang menginspirasi. Kami kehilangan guru. Semoga keluarga yang ditinggal dapat diberi ketabahan dan di lindungi Tuhan Yang Maha Esa," kata Joune kembali.

Sekadar diinformasikan, Henky Lasut, maestro di cabang olahraga Bridge yang juga pernah menyandang juara dunia, Henky Lasut, tutup usia, Jumat (12/6) pagi tadi sekira pukul 10.17 WITA, di RSUP Prof Kandou Manado, Sulawesi Utara.

Endah, salah satu kerabat yang dihubungi manadobacirita menyebutkan, Henky Lasut sudah sebulan terakhir ini mendapatkan perawatan di RSUP Prof Kandou karena gangguan pada jantungnya.

"Rencananya jenazah Om Henky akan dikebumikan pada Minggu (14/6) di pekuburan Sentosa yang berlokasi di Paniki Atas, Kabupaten Minahasa Utara," kata Endah.

oktaviana mundung/manadobacirita