Hillary Brigitta Lasut Gelar Nonton Bersama Film His Only Son

Konten Media Partner
21 September 2023 6:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga Kota Manado mengikuti nonton bareng film His Only Son bersama Hillary Brigitta Lasut.
zoom-in-whitePerbesar
Warga Kota Manado mengikuti nonton bareng film His Only Son bersama Hillary Brigitta Lasut.
ADVERTISEMENT
MANADO - Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut, menggelar nonton bersama film His Only Son di salah satu bioskop yang ada di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Puluhan orang antusias menonton film bertemakan rohani kristen tersebut.
ADVERTISEMENT
Film His Only Sun sendiri oleh anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ace Hasan Syadily, tak layak diputar di bioskop secara umum, karena dinilai tak sesuai dengan keyakinan umat Islam.
Hillary sendiri mengaku film tersebut tak ada yang salah, karena sudut pandang diambil dari keyakinan umat kristen. Dia justru merasa aneh ada yang menolak film itu hanya karena prinsip berbeda yang dianut oleh agamanya.
"Jika semua orang atau anggota DPR RI yang notabene derajat yang sama berpikir seperti itu (Ace Hasan), maka akan banyak juga film non kristiani yang tidak akan bisa tayang. Untuk itu saya katakan, kontroversi itu terjadi karena dilihat dari sudut pandang negatif," ujar Hillary.
Menurut Hillary, kejanggalan lain adalah film bertemakan agama dilarang, tetapi film dukun, setan maupun horor justru tak dilarang dan tayang bebas. Dia kemudian mempertanyakan maksud dari melarang film yang mengandung nilai alkitabiah, yang manfaatnya banyak dibandingkan film bergenre horor dan perdukunan yang sesat.
ADVERTISEMENT
Untuk itu dikatakannya, kegiatan nonton bareng ini dibuat agar menunjukkan jika tidak ada yang salah dengan film ini. Hillary juga membantah jika itu adalah cara dirinya untuk memberontak, melainkan ingin menyampaikan pesan jika film tersebut baik untuk keyakinan orang yang mempercayai.
"Buat kami, tak ada seorang pun yang dapat memaksakan pemikirannya, pemahamannya terhadap suatu ajaran sampai kemudian melarang karya-karya seni yang bernilai alkitabiah di dalamnya," ujar Hillary kembali.
febry kodongan