News
·
3 Agustus 2021 22:56
·
waktu baca 1 menit

Ini Hasil Investigasi Komnas KIPI Terkait 3 Kasus KIPI Serius di Sulawesi Utara

Konten ini diproduksi oleh Manado Bacirita
Ini Hasil Investigasi Komnas KIPI Terkait 3 Kasus KIPI Serius di Sulawesi Utara (684460)
searchPerbesar
Suasana pemakaman Juita Lidya Tiwa, warga minsel yang meninggal di hari ke-10 usai divaksin corona
MANADO - Komnas KIPI melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Sulawesi Utara, menjelaskan jika tiga kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) serius di daerah nyiur melambai, tidak berkaitan dengan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Dalam rilis satgas, tiga kasus yang berasal dari Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan juga Kota Manado, semuanya disebabkan oleh penyakit lain, dan bukan karena menerima suntikan vaksin corona.
Satgas kemudian menjelaskan alur investigasi, di mana tim surveilans KIPI tingkat Puskesmas dan Kabupaten/Kota, mencari semua data yang berhubungan dengan pasien yang dilaporkan mengalami KIPI. Setelah itu, hasil tersebut diteruskan ke Dinas Kesehatan Daerah Sulawesi Utara, yang kemudian melaporkan ke Komda KIPI dan Komnas KIPI, untuk dibahas.
Berikut hasil investigasi yang dilakukan terhadap 3 Kasus KIPI Serius di Sulawesi Utara:
A. Kesimpulan Kasus RK (Kota Manado):
  • Pasien memiliki riwayat penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus yang merupakan risiko terjadinya stroke.
  • Berdasarkan hasil diskusi virtual tanggal 16 Juli 2021 dengan Komnas PP KIPI, KIPI yang terjadi adalah koinsiden atau tidak ada kaitan dengan pemberian vaksinasi COVID-19.
  • Penyebab kematian stroke hemoragik.
ADVERTISEMENT
B. Kesimpulan Kasus ID (Kota Manado):
  • Pasien tetap beraktifitas seperti biasa pascavaksinasi
  • Tidak terdapat laporan dan keluhan dari pasien pascavaksinasi sehingga tidak ada data penunjang.
  • Berdasarkan hasil diskusi virtual tanggal 16 Juli 2021 dengan Komnas PP KIPI, KIPI terjadi tidak ada kaitan dengan pemberian vaksinasi COVID-19.
  • Penyebab kematian diduga serangan jantung.
C. Kesimpulan Kasus JT (Kabupaten Minahasa Selatan):
  • Data pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya infeksi bakterial yang berat disertai penurunan hemogoblin (Hb). Tidak didapatkan data kondisi Kesehatan pasien sebelum vaksinasi.
  • Infeksi bakterial dan pucat yang terjadi tidak berkaitan dengan vaksinasi COVID-19.
  • Berdasarkan hasil diskusi virtual tanggal 23 Juli 2021 antara Komnas PP KIPI, Komda PP KIPI Provinsi Sulawesi Utara, Puskesmas Motoling, RS Cantia Tompaso Baru, Dinas Kesehatan Minahasa Selatan dan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, KIPI yang terjadi adalah koinsiden atau tidak ada kaitan dengan pemberian vaksinasi COVID-19.
  • Penyebab kematian adalah Sepsis dan Anemia pascaperdarahan.
ADVERTISEMENT
manadobacirita