Jelang Ibadah di Armuzna, Jemaah Haji Asal Sulawesi Utara Antusias Ikut Manasik
ยทwaktu baca 2 menit
Laporan: Ridwan Nurhamidin - Makkah

Sejak tiba di Arab Saudi pada Selasa (27/5), sejumlah kegiatan telah dilakukan oleh para Jemaah Haji asal Sulawesi Utara (Sulut), termasuk memenuhi undangan ke Koah Makkatal Kubro, untuk melihat pameran sejarah pertama kali berdirinya kota Makkah.
Saat ini, para jemaah haji mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina atau biasa disebut Armuzna. Salah satu persiapan untuk memantapkan ibadah mereka adalah dengan antusias mengikuti manasik yang digelar oleh masing-masing rombongan.
Manasik sendiri diberikan oleh para pemimpin ibadah di masing-masing sektor. Kegiatan ini dianggap penting agar para Jemaah Haji tak kebingungan dan mampu melakukan ibadah dengan tata cara yang baik dan benar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulut, Hi Ulyas Taha, juga telah mendatangi sektor 3 tempat para Jemaah Haji asal Sulut yang tergabung di kloter 14 embarkasi Balikpapan. Ulyas datang sebagai kapasitas tim monitoring dan evaluasi.
"Alhamdulillah, seluruh jemaah haji yang ada di sektor 3 ini dalam kondisi sehat walafiat dan telah siap untuk mengikuti ibadah di Armuzna. Mereka kini dalam kondisi fit dan antusias mengikuti manasik yang diberikan oleh pemimpin ibadah," ujar Ulyas usai meninjau kesiapan para Jemaah Haji asal Sulut.
Di kesempatan itu juga, disampaikan tentang imbauan dari pemerintah Arab Saudi, yang harus dijadikan panduan seluruh jemaah selama pelaksanaan ibadah Armuzna.
Salah satu yang dititikberatkan adalah syariat yang wajib dipenuhi termasuk memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar tidak terjebak praktik calo yang tentunya tidak berizin.
Tak hanya itu, ada imbauan juga tentang suhu yang diperkirakan bisa mencapai 50 derajat Celsius, sehingga para jemaah diminta untuk taat aturan dan disiplin mengikuti jadwal resmi sesuai syarikah masing-masing.
"Ini demi kepentingan keselamatan para jemaah itu sendiri," ujar Ulyas.
"Semoga seluruh jemaah haji asal Sulawesi Utara bisa menjaga kesehatannya dengan baik selama pelaksanaan ibadah, sehingga berhasil menyelesaikan semua ibadah dengan baik dan kembali ke daerah dengan menyandang status sebagai haji mabrur," katanya kembali.
