Kasihan, ODGJ di Manado Dikejar dan Diancam Pakai Parang
·waktu baca 2 menit

MANADO - Keluarga dari James Rumondor (66), Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Kelurahan Tanjung Batu, Lingkungan IV, Kecamatan Wanea, Kota Manado, memilih untuk melaporkan JH alias John, ke kepolisian karena telah melakukan pengancaman dengan senjata tajam jenis parang terhadap James.
Jully Roring, adik ipar dari James, mengatakan laporan yang dibuat mereka dengan nomor LP/B/144/IX/2021/SPKT/POLSEK Wanea/POLRESTA MANADO/POLDA, di mana pelaku sudah diamankan pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Kami lapor ke polisi karena ini sudah keterlaluan. James itu walaupun ODGJ, tapi dia tak pernah bikin onar, dan justru sering bantu masyarakat sekitar. Banyak saksi melihat bagaimana James diancam dan sudah ditodongkan peda (parang)," kata Jully.
Sementara itu, awal kejadian pada Kamis (18/11) ini, sekira pukul 12.00 Wita, seperti biasa, James mencari daun pepaya untuk dimasak. Saat dijalan, James bertemu dengan JH alias John. Saat ditegur itu, rupanya James yang merupakan ODGJ meracau atau berbicara sendiri tidak jelas.
Namun, oleh John itu dianggap sebagai tindakan kurang ajar dan disebut memakin dirinya. Seketika, John mengamuk dan langsung mengejar James yang telah berusia lanjut tersebut. John mengejar menggunakan parang hingga ke depan rumah James, dan kemudian langsung menodongkan senjata tajam. Aksi ini dilihat oleh para tetangga.
Beruntung, warga sekitar yang melihat John telah mendongkan senjata tajam, langsung menegurnya dan meminta untuk tidak melukai James. Warga juga menyayangkan hal itu, karena James adalah seorang ODGJ, di mana seharusnya tidak perlu diambil dengan cara kekerasan.
Karena kejadian tersebut, pihak keluarga tidak terima. Apalagi, James punya perilaku baik selama ini di lingkungan tersebut. Banyak masyarakat yang meminta bantuan dari James dan selalu dikerjakan oleh James dengan baik.
"Memang kalau lagi kumat, kakak ipar saya itu sering bicara sendiri dan memaki. Tapi itu kan memang semua tahu disini, karena ada sedikit gangguan. Harusnya kita yang waras mengarahkan, bukan malah dengan kekerasan. Ini sudah keterlaluan, apalagi sampai mengejar masuk ke dalam halaman rumah," kata Jully.
Jully kemudian menyebutkan jika keluarga telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk memberikan efek jera kepada orang waras yang mau melukai ODGJ.
“Ini sudah keterlaluan dan sudah lewat batas. Kakak ipar saya itu orangnya biar ODGJ, tapi rajin. Tetangga-tetangga sering menyuruhnya. James itu dikenal baik. Untuk itu keluarga sepakat serahkan kasus ini ke polisi,” ujarnya kembali.
febry kodongan
