Konten Media Partner

Kekurangan Anggaran, Situs Budaya di Sulut Kurang Terawat

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situs budaya Tugu Perang Dunia Kedua yang bersampingan dengan Gereja Sentrum, Kota Manado, Sulawesi Utara. (foto: ilona)
zoom-in-whitePerbesar
Situs budaya Tugu Perang Dunia Kedua yang bersampingan dengan Gereja Sentrum, Kota Manado, Sulawesi Utara. (foto: ilona)

Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Utara Ferry Sangiang membenarkan masih adanya situs budaya tak terawat di Sulawesi Utara.

Menurut Sangiang, dana perawatan untuk situs-situs budaya tergolong sedikit, walaupun tidak bisa dikatakan tidak ada. Untuk itu, Sangiang berharap warga dapat membantu dengan memperhatikan dan merawat situs-situs budaya tersebut.

"Dengan anggaran yang tidak banyak, kami berusaha untuk bisa tetap merawat situs-situs yang ada. Tapi, kami juga berharap ada masyarakat yang mau membantu dengan menjaga situs budaya ini agar tidak rusak," kata Sangiang.

Sangiang sendiri menjelaskan untuk detail perawatan dari situs budaya, mereka berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Budaya di Gorontalo.

Alan Inkiriwang, penjaga situs budaya Tugu Perang Dunia Kedua di Manado

"Tanggung jawab detail perawatan ada di Balai Pelestarian Budaya Pusat di Gorontalo. Dinas kebudayaan ikut juga mendata situs, dan mengedukasi warga di sekitar situs budaya tersebut," ujarnya kembali.

Sementara, Alan Inkiriwang, penjaga situs budaya Tugu Perang Dunia Kedua di Gereja Sentrum, menyebutkan situs yang berada tepat di tengah kota Manado ini, terakhir dipugar dua tahun lalu.

"Pemugaran dua tahun lalu itu hanya pagarnya. Sementara kondisinya, sudah terjadi beberapa kali, semen di atas situs ini terkadang berjatuhan saat kami akan dekorasi menjelang hari besar. Memang agak berbahaya juga," ungkapnya.

Inkiriwang berharap pemerintah menaruh perhatian lebih bagi situs-situs budaya, karena banyak wisatawan asing tertarik dengan wisata budaya di Sulut.

"Situs budaya ini kan juga bisa jadi identitas kita," kata Inkiriwang kembali.

ilona esterina