Konten Media Partner

Ketambahan 5 Perawat, Total Sudah 30 Tenaga Medis di Sulut Terpapar Corona

Manado Baciritaverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang tenaga medis menggunakan pakaian APD lengkap sebelum memulai tugasnya melakukan pengambilan swab kepada pasien (foto: febry kodongan/manadobacirita)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tenaga medis menggunakan pakaian APD lengkap sebelum memulai tugasnya melakukan pengambilan swab kepada pasien (foto: febry kodongan/manadobacirita)

MANADO - Sebanyak lima orang perawat dari Klaster Fasilitas Kesehatan B di Kota Manado, Sabtu (16/5) kemarin, diumumkan positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Bertambahnya lima orang perawat ini, membuat total jumlah tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi 30 orang.

30 tenaga kesehatan yang terpapar corona ini sendiri, berasal dari profesi dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, yang tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di Kota Manado dan sekitarnya.

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel menyebutkan jika, tenaga medis yang positif corona ini masuk dalam dua klaster Fasilitas Kesehatan A dan B dan juga kasus secara individual.

"Ada dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang positif COVID-19. Ada juga dua orang non medis yang masuk dalam klaster fasilitas kesehatan terpapar virus SARS-CoV-2," kata Dandel.

Sementara itu, Klaster Faskes B kini menjadi klaster dengan jumlah kasus pasien terpapar corona terbesar di Sulut. Tercatat sudah ada 17 orang tenaga medis di Klaster Faskes B yang terpapar corona. Angka ini juga telah melebihi kasus di klaster Gowa yang ada 16 kasus.

Klaster Faskes A sendiri masih tetap dengan 13 kasus, di mana 11 di antaranya adalah tenaga medis dan dua di antaranya adalah pasien yang bukan tenaga medis. Klaster ini juga memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi karena sudah ada 7 orang yang dinyatakan sembuh.

"Saya kembali ingatkan kepada masyarakat mari kita sama-sama saling menjaga. Semakin banyak tenaga medis yang terpapar, maka itu juga akan mempengaruhi pelayanan kesehatan. Makanya mari kita sama-sama jujur tentang riwayat kita dan mari kita tetap dukung para tenaga medis kita," tutur Dandel kembali.

febry kodongan/manadobacirita

***

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!