Ketua DPRD Sulut: Sejak dulu Pemuda Berpikir Untuk Bersatu

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Andrei Angouw, meminta kepada seluruh pemuda di Indonesia khususnya di daerah nyiur melambai, untuk kembali melihat sejarah, mengapa ada hari Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap 28 Oktober.
Dikatakan Angouw, sudah sejak 91 tahun lalu, atau pertama kali Sumpah Pemuda diikrarkan, pemikiran untuk menyatukan Indonesia menjadi satu negara utuh yang kuat, walaupun terdiri dari banyak daerah.
"Harusnya kita berkaca dari sejarah para pemuda yang ingin negara kita ini menjadi satu. Jika sekarang ada yang berkoar untuk membuat perpecahan bangsa, maka harusnya malu, karena justru pemuda-pemudi dulu ingin kita satu tak menunjukan kedaerahannya," tutur Angouw, Senin (28/10).
Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini meminta agar para pemuda saat ini, apapun agamanya, daerah, suku ataupun ras, untuk tak lagi memikirkan perbedaan, melainkan bagaimana menjaganya menjadi tetap dalam satu bingkai NKRI.
"NKRI itu sudah jelas adalah satu, walaupun di dalamnya itu banyak perbedaan yang membuat Indonesia itu indah. Untuk itu saya ajak, kepada para pemuda, kita contoh 91 tahun lalu, bagaimana para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda yakni berbangsa, bertanah air dan berbahasa satu," tutur Angouw kembali.
oktaviana mundung
