Konten Media Partner

Keunikan Gunung Karangetang di Sitaro: Nyaris Setiap Tahun Alami Erupsi

Manado Baciritaverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap putih tebal terlihat di Gunung Karangetang yang ada di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara
zoom-in-whitePerbesar
Asap putih tebal terlihat di Gunung Karangetang yang ada di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara

SITARO - Gunung Karangetang yang ada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, memiliki banyak hal yang berbeda dengan gunung-gunung api lainnya yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah periode waktu erupsi dari gunung yang dibaptis dengan nama Johanis ini.

Ya, Gunung Karangetang memiliki periode waktu erupsi yang lain dari gunung-gunung lainnya. Selang 1-5 tahun, gunung ini pasti akan mengalami erupsi. Untuk itu, gunung ini masuk dalam gunung api yang paling aktif.

"Gunung Karangetang dapat dikatakan hampir setiap tahun bisa mengalami erupsi. Sebagai catatan sejak 1675 sampai dengan 2019 ini erupsi yang sudah terjadi sudah sebanyak 61 kali," ujar Penyelidik Bumi Utama di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Iing Kusnadi.

Selain keunikan itu, lanjut Kusnadi, Karangetang juga memiliki magma aktif dengan potensi bisa terjadi erupsi efusif dan eksplosif. Maka tak salah ketika gunung ini tergolong sangat aktif dalam aktifitas dibandingkan gunung api aktif lainnya.

"Dan salah satu upaya mitigasi yang cukup efektif adalah melalui peningkatan tekonologi informasi. Karena di beberapa wilayah di Sitaro masih terdapat area blank spot lebih khusus untuk wilayah-wilayah yang terletak di dekat gunung," ujar Kusnadi.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Bob Ch Wuaten mengatakan, erupsi Gunung Karangetang termasuk paling berisiko dengan tingkat ancaman di KRB III, dimana posisi itu berada di radius dua kilometer dari puncak gunung.

"Selain itu, ada kurang lebih 46 ribu jiwa penduduk yang bermukim di Pulau Siau berisiko terhadap ancaman erupsi Gunung Karangetang," kata Wuaten.

Wuaten menjelaskan untuk Indeks Risiko Bencana untuk Sitaro dari data InaRISK pada 2019 yakni 179,2, dimana angka ini tergolong tinggi.

Kendati demikian menurut Wuaten, selain ancaman erupsi, Karangetang juga sejatinya memiliki manfaat besar bagi masyarakat Sitaro khususnya di Kepulauan Siau. Menurutnya, abu vulkanik gunung menjadi pupuk alam guna menambah kesuburan tanaman pala.

"Jadi selama ini, Pala Siau sampai saat ini memiliki kualitas pala nomor satu di dunia. Selain untuk potensi wisata, adanya pantai sumber air, dan juga material dari gunung bisa menjadi bahan bangunan," kata Wuaten kembali.

franky salindeho