Korban Banjir Bandang di Sulut Bertambah Jadi 2 Orang

Tim gabungan TNI, Polri dan Basarnas berhasil menemukan satu orang lagi korban meninggal yang disebabkan oleh banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.
Sekira pukul 17.10 WITA, Jumat (4/1) kemarin, korban atas nama Armando Manangeng (18), ditemukan sudah tak bernyawa. Dengan demikian telah dua korban meninggal dunia yang ditemukan. Sebelumnya Bartolomeus Mangape (83) yang meninggal karena terbawa arus banjir bandang.
Humas Basarnas Kota Manado, Fery Ariyanto menyebutkan, proses pencarian korban meninggal tersebut melibatkan satu alat berat serta mesin potong kayu, dimana lokasi kejadian berada di medan yang sulit.
"Ruas jalan menuju lokasi juga masih dialiri air deras walaupun hanya sebatas betis orang dewasa," ujar Ariyanto meneruskan info dari Basarnas Kantor Sangihe.
Sementara itu, masih terdapat satu orang lagi yang belum ditemukan hingga saat ini. Korban atas nama Siren Ontak (40 tahun), masih dalam upaya pencarian oleh tim.
Sekadar diinformasikan Kamis (2/1) pagi, wilayah Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara diterjang banjir bandang. 27 Kepala keluarga terdampak bencana tersebut. Rumah mereka mengalami kerusakan parah, sehingga sekira 80 orang harus diungsikan dan ditempatkan di beberapa titik aman.
manadobacirita
---
Stori ini merupakan bagian dari campaign kumparanDerma. Ayo berderma sekarang.
Untuk info, saran dan kritik mengenai kumparanDerma, sila kirim ke cs.derma@kumparan.com.
