Laboratorium RSUP Prof Kandou Manado Diusulkan Jadi Rujukan Pemeriksaan Corona

RSUP Prof Kandou Manado diusulkan untuk menjadi rumah sakit rujukan pemeriksaan sampel COVID-19 atau lebih dikenal dengan virus corona. Hal ini disampaikan Felly Runtuwene, Ketua Komisi IX DPR RI saat kunjungannya ke Manado baru-baru ini.
Apalagi, RSUP Prof Kandou ternyata telah memiliki laboratorium yang bisa melakukan penelitian terkait virus dan bakteri. Namun, karena belum adanya ijin dari Kementerian serta terkendala beberapa item laboratorium, makanya rumah sakit rujukan seluruh Sulawesi Utara ini, belum bisa secara mandiri memeriksa sampel milik pasien diduga terpapar virus corona.
“Komunikasi saya dengan pihak RSUP Prof dr RD Kandou Manado, bahwa sudah ada di RSUP Prof Kandou, Laboratorium lengkap dengan alatnya. Tapi, tinggal satu (item) lagi yang belum memenuhi yakni primer. Nah, kalau sampai diizinkan oleh Kemenkes RI yang namanya primer itu, dikirim disini, maka sudah bisa memeriksa Pasien terkait Covid-19,” kata Runtuwene.
Menurut Politisi Partai Nasdem ini, dirinya akan langsung membicarakan hal tersebut dengan Menteri Kesehatan. Dikatakannya, saat ini sudah ada sembilan laboratorium yang bisa melakukan pengecekan sampel.
"Biarlah ini (RSUP Prof Kandou) menjadi yang ke-10, karena Laboratoriumnya sudah ada serta SDM memadai,” ujar Runtuwene.
Runtuwene berdalih, pentingnya RSUP Prof Kandou di Manado memiliki laboratorium sendiri, karena ada kenyataan terjadi proses yang lambat untuk mengetahui pasien telah terpapar virus corona atau tidak. Pasalnya, seluruh sampel harus dikirimkan ke Bapelitbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta.
"Kan itu memakan banyak waktu. Belum jika semua daerah terpusat di Jakarta untuk mengetahui sampelnya, bisa tambah lebih lama waktu yang diperlukan. Bukannya, cepat dapat penanganan, kita malah terhalang waktu pemeriksaan sampel," kata Runtuwene kepada manadobacirita.
febry kodongan
