Konten Media Partner

Mahasiswi Ini Cerita Soal Ayahnya yang Idap Low Vision Tapi Mampu Sarjanakan Dia

Manado Baciritaverified-green

Β·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sri Wulandari Lomuli berfoto bersama dengan ayahnya yang seorang petani pengidap Low Vision (kurang penglihatan), setelah dirinya berhasil meraih gelar sarjana peternakan. (foto: dokumen istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Sri Wulandari Lomuli berfoto bersama dengan ayahnya yang seorang petani pengidap Low Vision (kurang penglihatan), setelah dirinya berhasil meraih gelar sarjana peternakan. (foto: dokumen istimewa)

BOLMUT - Cerita tentang seorang ayah yang berstatus low vision (kurang penglihatan), tapi mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus menjadi seorang sarjana, padahal dia hanya seorang petani yang menanam dengan meraba-raba karena keterbatasan fisiknya, kini jadi perbincangan warga di Sulawesi Utara (Sulut).

Adalah Sri Wulandari Lomuli atau akrab disapa Wulan, anak dari petani Low Vision asal Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) itulah yang membagikan cerita tersebut, sebagai bentuk ungkapan terima kasihnya kepada orang tuanya yang dengan susah payah menjadikannya seorang sarjana.

Wulan sendiri baru saja di wisuda dengan meraih gelar Sarjana Peternakan, setelah menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Dalam unggahan statusnya di facebook, Wulan membagikan rasa bangganya kepada seorang ayah, yang walaupun punya keterbatasan fisik karena mengidap Low Vision, tetapi tetap mampu memberikan yang terbaik untuk dua anaknya.

"Sekedar ba cerita sadiki neh :

Karna ada yang sllu baba tanya ndak bagus mo dengar sih jadi kita ba cerita sadiki πŸ™

Ada yang selalu ba tanya sapa pe anak ngana wulan ?

Kerja dimana ?

Ada kuliah di mana ?

Kita pokoknya manusia pe anak noh kita pe papa orang biasa bukan pejabat kasiang," tulis Wulan dalam awal statusnya.

Status yang disertai sejumlah foto dirinya yang menggunakan seragam wisuda bersama dengan ayahnya yang berada di kebun tempatnya bekerja.

"Kita pe papa asli orang ollot cuman karna dia ada tanggung jawab penuh dia memilih tinggal di goyo bukan di kampung (Ollot 2 ) jadi mungkin sebagian orang ndak pernah lia kita pe papa ada di kampung," tulis Wulan.

Di statusnya itu, Wulan kemudian membagikan kondisi ayahnya yang punya keterbatasan fisik, tapi tetap mau menjadi petani walaupun dengan modal meraba-raba. Tapi, itu tak menjadi kendala, karena dia tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kita pe papa ba kobong karna ada se skolah depe anak 2 parampuan πŸ’ͺπŸ™ Tapi Kita bangga skali dgn so bersyukur skali pa ALLAH SWT karena walaupun tape papa cacat fisik (kurang penglihatan /dari lahir memang so bagitu ALLAH SWT so kase bagitu depe mata ) dia bisa ba kobong, dia bisa ba tanam2 hanya pake kekuatan main raba-raba πŸ˜’πŸ’›πŸ™," tulisnya.

Wulan pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap ayah dan ibunya yang menurutnya tidak akan bisa dibalas oleh dia dan saudarinya yang lain.

"Jadi satu kebangaan untuk torang 2 kakak adek yang siksa torang mo balas depe baeekπŸ˜’πŸ’›πŸ™ Deng alhamdulillah berkat papa, mama, pe do'a perjuangan dgn kerja keras, dorang boleh antar kita masuk Kuliah dan selesai kuliahπŸ™," tulisnya dalam status.

"Kita kuliah di Unsrat manado , Jurusan Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado.

Syukur mo huo2

Syukur ko otatogi ALLAH SWT.

Sejarah panjang dalam hidupπŸ’›πŸ™

Goyo baik, goyo tempat makan minum dan hidup," bunyi akhir tulisan status yang diunggah ke facebook.

manadobacirita