Konten Media Partner

Melihat Persiapan Pura Jagadhita Manado Sambut Nyepi

Manado Baciritaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pura Jagadhita di Kelurahan Taas, Kota Manado, Sulawesi Utara
zoom-in-whitePerbesar
Pura Jagadhita di Kelurahan Taas, Kota Manado, Sulawesi Utara

BERBAGAI macam bunga dirangkai menjadi satu untaian cantik. Untaian bunga ini biasa disebut Wangen, bunga yang akan digunakan saat persembahyangan.

Menjelang Hari Raya Nyepi, sejumlah persiapan terus dilakukan oleh umat Hindu di Pura Jagadhita, Kelurahan Taas, Kota Manado, Sulawesi Utara.

embed from external kumparan

Sementara, untuk makanan, bapak-bapak yang bertugas menyiapkannya. Berbagai jenis makanan yang dimasak untuk disiapkan sebagai sesajen, dirangkai tangan-tangan telaten pria Pura Jagadhita.

"Masakan yang disiapkan nanti ada bermacam-macam, ada ayam brumbun di mana bulu ayamnya ada tiga warna. Ada bebek putih yang melambangkan kesucian," kata Ketua Panitia perayaan Nyepi, I Made Sumadya, Selasa (5/3).

Sementara itu, pembuatan ogoh-ogoh sudah masuk dalam tahap akhir yakni finishing. Menurut arsitek yang membuat ogoh-ogoh, I Nyoman Sunia, persiapan dalam pembuatan Ogoh-ogoh ini cukup mepet.

"Proses pembuatan makan waktu satu bulan, sebenarnya ini kalah start pembuatan. Seharusnya sudah tidak ada pengerjaan, tapi kami terus maksimalkan sehingga bisa selesai hari ini," katanya.

Ogoh-ogoh yang dibuatnya berupa dua tokoh dalam kisah Hindu yakni Celuluk dan Kalawahya.

Dijelaskan Sunia, Celuluk adalah sosok wanita yang identik dengan kejahatan dan merupakan dayang-dayang dari Rangda.

Sedangkan Kalawahya adalah anak dari Batara Kala yang terlahir dari laut.

"Nantinya ogoh-ogoh ini akan diarak umat baik dia tua maupun muda," kata Anom Parta, tokoh pemuda Hindu Kota Manado.

ridwan (kontributor)