Melihat Pohon Natal Berhiaskan Masker dan Peralatan Medis di Dinkes Sulut

MANADO - Memasuki bulan Desember, pernak-pernik bernuansakan Natal sudah mulai ditemukan di rumah-rumah umat kristiani di Sulawesi Utara. Yang paling khas adalah pohon Natal. Menghias pohon natal pun menjadi hal yang paling ditunggu.
Namun ada yang berbeda dengan pohon natal yang berada di Pusat Pengendalian COVID-19, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Jika biasanya pernak-pernik pohon natal adalah lonceng, gantungan bola dan malaikat serta lampu warna-warni, pohon natal ini justru dihiasi dengan masker, sarung tangan medis hingga semua yang berkaitan dengan corona.
Di bagian bawah pohon Natal, juga dihiasi dengan Face Shield, obat vitamin C, permen pelega tenggorakan, VTM dan galon-galon yang berisi Hand Sanitizer.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinkes Provinsi Sulut, Mery Pasorong SKM, M.Kes mengatakan, dekorasi pohon Natal tersebut hasil karya dari petugas yang bekerja di pusat Pengendalian Satgas COVID-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, untuk mengingatkan jika sukacita Natal akan tetap ada, walaupun mereka harus berjibaku dengan penanganan virus corona.
"Pohon Natal ini kreasi dari tim surveilans, tracking, tracing yang berinovasi membuat suatu moment memasuki hari Natal, disela aktivitas berjibaku dengan penanganan COVID-19. Ini cara agar sukacita natal dan tanggung jawab tetap dilaksanakan," ucap Mery.
Menurut Mery, adanya pohon Natal dengan hiasan peralatan medis yang mereka gunakan sehari-hari, mereka mendapatkan semangat baru, khususnya umat nasrani yang akan merayakan Hari Natal Yesus Kristus. Selain itu, juga diingatkan jika mereka masih punya tanggung jawab menghadapi Pandemi COVID-19.
"Walaupun dinamika masalah, pergumulan yang terus kami alami, tapi sukacita Natal lewat lantunan melodi dan kerlap kerlip lampu pohon natal bisa terus menginspirasi dan memberi semangat baru. Begitu juga dengan pernak-pernik peralatan medis, itu menandakan kami tetap ada dan tetap akan menjaga seluruh masyarakat Sulawesi Utara," katanya.
"Ini juga jadi sinyal untuk kita semua, bagaimana pandemi belum berakhir. Untuk itu, kerjasama dari masyarakat dengan terus taat pada protokol kesehatan dengan disiplin 3M menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, sangat penting untuk sama-sama melindungi," ujar Merry menambahkan.
Sementara, para anggota tim surveilans mengaku ide awal untuk menghias pohon natal dengan alat-alat medis, tercetus begitu saja. Menurut mereka, keinginan merayakan natal dengan penuh sukacita, tetapi tetap mengingat tanggung jawab perlindungan atas COVID-19, menjadi dasar dan kesepakatan menghias pohon natal dengan pernak-pernik alat medis yang sering mereka gunakan.
"Tentunya, damai sukacita natal itu harus selalu ada di tengah-tengah tanggung jawab kita untuk tetap serius dalam menghadapi pandemi corona. Sudah 10 bulan kami berjibaku dan tentunya tetap akan kami laksanakan demi kepentingan bersama," kata para tim surveilans kembali.
febry kodongan
