Konten Media Partner

Menteri Ekonomi Kreatif Akan Dorong Peningkatan Infrastruktur untuk Majukan UMKM

26 Juni 2025 17:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat membuka Urban Digifest 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia Sulawesi Utara.
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat membuka Urban Digifest 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT
MANADO - Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan jika pemerintah terus berupaya meningkatkan infrastruktur penunjang dalam upaya mendorong pengembangan industri kreatif di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Teuku saat membuka gelaran Urban Digifest 2025 di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/6/) kemarin.
Dalam pernyataannya, Teuku menilai industri kreatif khususnya UMKM telah menjadi penggerak ekonomi daerah hingga nasional, lantaran berhasil membuka lapangan pekerjaan dan mendorong ekspor dan investasi.
"Kita mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Industri kreatif ini sejalan dengan program pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia dalam Asta Cita," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Teuku juga memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif Bank Indonesia yang selama ini konsisten menghadirkan Urban Economy Digifest yang telah berlangsung sejak 2019 yang lalu.
Apalagi menurutnya, event ini mampu menampilkan sejumlah kekayaan budaya lokal, kuliner, fashion dan kriya dari yang diproduksi oleh lebih dari seratus pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi dan kolaborasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai pilar penting pembangunan ekonomi,” katanya.
Sebelumnya, Deputi Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengungkapkan bahwa event tahunan itu merupakan upaya mengangkat potensi lokal, sekaligus memperkuat ekonomi dan keuangan digital yang inklusif di masyarakat.
Lebih lanjut Ia menyebut bahwa secara nasional kegiatan yang melibatkan para pelaku UMKM itu akan mampu meraih capaian transaksi hingga Rp 4,2 miliar.
“Strategis untuk mempromosikan potensi lokal, memperkuat jaringan antara pelaku usaha dan lembaga keuangan serta mengakselerasi adopsi ekonomi digital, terutama penggunaan QRIS,” ujar Filianingsih.