Konten Media Partner

Modus Penipuan Gunakan Uang Mainan Incar Pedagang di Manado

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Uang palsu yang digunakan berbelanja di kios-kios milik warga yang ada di Kota Manado (foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Uang palsu yang digunakan berbelanja di kios-kios milik warga yang ada di Kota Manado (foto: istimewa)

Modus penipuan dengan uang palsu dan uang mainan kembali terjadi di Kota Manado. Kali ini sasarannya adalah kios-kios kecil milik warga. Seperti yang dialami Ci Missel, pemilik kios di bilangan jalan Wonasa, Kecamatan Singkil.

Menurut Missel, dirinya sempat tertipu uang mainan yang sangat menyerupai uang asli. Saat itu menurut Missel, pecahan uang Rp10ribu yang ditemukannya.

"Jadi uang itu dibelanjakan dengan beberapa uang asli agar tidak mencolok," kata Missel.

Missel mengaku baru menyadari uang tersebut palsu, saat melihat adanya tulisan nama pahlawan Frans Kaisepo di pecahan uang Rp10ribu terdapat dua tulisan. Kemudian setelah meneliti, ternyata ada sejumlah tempelan kertas di berbagai bagian uang tersebut.

"Setelah saya coba buka tempelan-tempelan itu, ternyata ada tulisan uang mainan. Mereka pintar, karena kertas yang digunakan untuk menempel tulisan uang mainan diserupakan dengan warna uang," tutur Missel kembali.

Sementara, tak hanya kios kecil yang diincar, beberapa rumah makan juga menjadi incaran komplotan ini. Sandra, salah kasir di rumah makan yang ada di kawasan bisnis Kota Manado, mengaku dirinya sempat menjadi korban dan terpaksa harus menggantinya.

Diceritakan Sandra, mereka membayar menggunakan uang palsu tersebut, disaat rumah makan dalam kondisi ramai. Karena dalam posisi ramai, seluruh karyawan memfokuskan pelayanan yang cepat dan baik untuk para pelanggan.

"Karena sudah cepat-cepat melayani karena tak ingin pelanggan menunggu lama, tidak sempat lagi mengecek uang palsu atau tidak. Nanti sudah sepi, saya merapikan uang dan akhirnya baru sadar ada uang palsu yang dibayarkan. Waktu itu uang pecahan Rp50ribu," kata Sandra kembali.

manadobacirita